SINJAI, BONEKU.COM — Sebanyak 11 guru SD Negeri No. 46 Songing, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi Generative Artificial Intelligence (GenAI) untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digagas tim dosen Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar (UNM).
Tim pengabdi terdiri dari Nursalim, Sidrah Afriani Rachman, Satriani DH, Sitti Rahmi, dan Muhammad Awal Nur.
Pelatihan digelar selama dua hari, 10–11 Juni 2026, di SD Negeri No. 46 Songing. Kegiatan ini dirancang untuk membantu guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab tantangan pembelajaran yang sebelumnya masih banyak menggunakan metode ceramah dan penugasan konvensional.
Dalam pelatihan tersebut, guru diperkenalkan pada pemanfaatan platform AI Gemini dengan fitur Canvas. Pendekatan yang digunakan berupa hands-on training, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi langsung mempraktikkan teknologi tersebut dalam penyusunan bahan ajar.
Para guru dibimbing mulai dari menyusun prompt atau instruksi yang efektif, mengembangkan draf materi pembelajaran, hingga menyunting dan menyesuaikan tampilan visual agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa sekolah dasar.
Guru kelas 6 SD Negeri No. 46 Songing, Rahmawahyuni, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memberikan manfaat langsung bagi guru dalam mempersiapkan pembelajaran di kelas.
Ia menilai pemanfaatan teknologi AI dapat membantu guru menghasilkan media pembelajaran yang lebih kreatif dan bervariasi, sehingga proses belajar tidak monoton dan lebih menarik bagi siswa.
Pelatihan tersebut juga menunjukkan dampak terhadap peningkatan keterampilan peserta. Berdasarkan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan, terjadi peningkatan pada seluruh indikator yang diukur.
Peningkatan mencakup pemahaman guru terhadap konsep AI, keterampilan teknis dalam menggunakan teknologi, hingga kemampuan mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran.
Kemampuan merancang media pembelajaran berbasis AI menjadi salah satu aspek yang mengalami peningkatan paling menonjol. Setelah mengikuti pelatihan, para guru tidak hanya memahami konsep penggunaan AI, tetapi juga mampu menghasilkan produk bahan ajar yang dapat diterapkan secara langsung di kelas.
Ketua tim pengabdi UNM, Nursalim, menjelaskan bahwa pemanfaatan Gemini dengan fitur Canvas diarahkan sebagai alat bantu atau asisten kreatif bagi guru dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan.
Menurutnya, teknologi AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Keputusan pedagogis, penyesuaian materi dengan kebutuhan siswa, serta pertimbangan etika tetap menjadi tanggung jawab pendidik.
“Pemanfaatan Gemini dengan fitur Canvas ini difungsikan sebagai asisten kreatif untuk efisiensi kerja pendidik, sementara keputusan pedagogis, penyesuaian materi, dan aspek etika tetap berada penuh di tangan guru,” ujar Nursalim.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kewajiban pengabdian kepada masyarakat bagi akademisi, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Program yang mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM tersebut diharapkan dapat berlanjut secara konsisten.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi AI di tingkat sekolah dasar diharapkan semakin bijak, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan tidak hanya berlangsung di pusat-pusat perkotaan, tetapi mulai menjangkau sekolah dasar di daerah, termasuk Kabupaten Sinjai. (*)










