Cekcok Berujung Mengerikan, Istri di Bone Diduga Disiram Bensin Lalu Dibakar Suami

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 17:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE.BONEKU.COM — Tangis seorang ibu rumah tangga berinisial FA (30) pecah saat menceritakan kekerasan yang diduga dilakukan suaminya sendiri, FP (30).

Perempuan tersebut mengaku mengalami tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga mengalami luka bakar setelah tubuhnya disiram bensin dan kemudian dibakar menggunakan korek api.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu, 12 September 2026, di sebuah kos yang ditempati korban di kawasan Jalan Sambaloge Baru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Saat ditemudi di Rumah Sakit Pancaitana, FA mengaku kejadian tersebut bermula dari cekcok antara dirinya dengan sang suami. FP diduga menuduh istrinya memiliki hubungan dengan pria lain dan memaksa korban untuk mengakui tuduhan tersebut.

Pertengkaran kemudian berubah menjadi kekerasan fisik. Korban mengaku beberapa kali dipukul hingga ditendang.

Situasi semakin mencekam ketika FP sudah tak mampu menahan emosinya lalu membakar istrinya.

“Saat itu kami cekcok mulut. Tapi karena emosinya sudah memuncak, dia lalu mengambil botol dan mengambil bensin di motornya, lalu menyiram saya kemudian dibakar pakai korek,” ungkap FA dengan suara terbata-bata sambil menangis.

Baca Juga:  Ini Yang Terjadi Ketika Brimob, TNI, Basarnas, BPBD dan Satpol-PP Bertemu Dalam Satu Tempat

Setelah api membakar bagian leher korban, FP disebut mengambil kain lalu membasahinya, kemudian menggunakannya untuk memadamkan api.

Korban juga mengaku luka bakarnya kemudian diolesi pasta gigi dan salep oleh terduga pelaku.

Namun penderitaan FA belum berakhir. Dalam kondisi menahan rasa perih akibat luka bakar, ia mengaku harus memohon kepada suaminya agar dibawa ke rumah sakit.

“Setelah dia padamkan api di leher saya dia kemudian tidur, Saya kemudian memohon-mohon untuk dibawa ke rumah sakit karena sudah tidak tahan, karena perih. Awalnya dia tidak mau karena takut saya mengaku kalau dibakar olehnya. Tapi saya janji tidak bilang siapa-siapa,” tuturnya.

Saat tiba di rumah sakit, korban mengaku terpaksa memberikan keterangan berbeda mengenai penyebab luka bakar yang dialaminya.

FA mengatakan dirinya mengaku terbakar secara tidak sengaja saat menyalakan kompor, hal itu terpaksa ia lakukan untuk menghindari ancaman suaminya.

Menurut korban, saat menjalani perawatan di rumah sakit, terduga pelaku beberapa kali memaksanya untuk segera keluar dari rumah sakit.

Namun kondisi luka bakar yang cukup parah membuat korban belum dapat meninggalkan rumah sakit.

Baca Juga:  Baznas Bone Santuni Warga Desa Jaling

Situasi tersebut akhirnya membuat keluarga korban mengambil langkah tegas. Setelah mengetahui dugaan kekerasan yang dialami FA, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti URC Resmob Polres Bone.

Petugas mendatangi rumah sakit tempat FP berada untuk mengamankan terduga pelaku yang diketahui sedang menemani istrinya menjalani perawatan.

Namun proses pengamanan sempat diwarnai keributan. Terduga pelaku disebut tidak menyambut kedatangan polisi dengan baik dan diduga melontarkan sejumlah perkataan kasar kepada petugas.

Saat hendak diamankan, FP juga disebut sempat melakukan perlawanan dengan alasan dirinya mengaku sebagai seorang pers.

Menariknya, saat diamankan, FP mengenakan baju yang bagian belakangnya bertuliskan “media online pena mitra bhayangkara.com”. Polisi juga menemukan kartu identitas pers yang mencantumkan nama terduga pelaku dengan jabatan Kabiro, dalam kartu pers tersebut  tertulis masa berlaku s/d 1 Januari 2026.

Seorang penjaga pasien di RS Pancaitana, Rafli, mengaku melihat langsung proses pengamanan tersebut.

Menurutnya, terduga pelaku sempat mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar kepada petugas sebelum akhirnya dibawa polisi.

“Saat ditangkap tadi, Pak, dia ngamuk-ngamuk, bilang-bilang polisi tadi. Sehingga diambil paksa oleh polisi,” kata Rafli.

Baca Juga:  Butuh Uluran Tangan, Asrul Penderita Tumor Masih Terbaring Lemah...

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, membenarkan adanya seorang pria yang diamankan terkait dugaan kasus KDRT tersebut.

Menurut Rayendra, laporan dari korban diterima polisi pada Senin pagi. Setelah laporan diterima, personel Resmob langsung bergerak menjemput terduga pelaku.

“Berdasarkan laporan korban, kejadiannya itu hari Sabtu kemarin dan baru dilaporkan tadi pagi. Setelah menerima laporan, pelaku langsung dijemput personel Resmob,” kata Iptu Rayendra.

Rayendra mengatakan, berdasarkan laporan sementara, aksi kekerasan tersebut diduga dipicu rasa cemburu.

Korban disebut mengalami kekerasan sebelum kemudian disiram bensin dan dibakar.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar yang dialaminya.

Sementara itu, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Polres Bone.

“Pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik untuk mengetahui pasti motif dan kronologi lengkapnya,” tutup Rayendra.

Kasus tersebut kini dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta mempertanggungjawabkan dugaan tindak kekerasan yang terjadi. (*)

Berita Terkait

Kepengurusan DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 Rampung, Sejumlah Nama Strategis Masuk Struktur
Modus Penyalahgunaan Bergeser, ‘Pa’sedot’ Jadi Tantangan Baru Pengawasan Satgas
Musda PPI Soppeng, Wabup Selle : Organisasi Ini Memiliki Sistem Kaderisasi yang Jelas
Mobil Dinas Diduga Serobot Antrean BBM, Satgas: Isi Pertamax Jadi Tidak Perlu Antre
Pemkab Soppeng dan Wahdah Islamiyah Gelar Sholat Istisqa, Memohon Hujan dan Keberkahan untuk Negeri
Wabup Soppeng Hadiri Pengukuhan DPD KKS Barru, Perkuat Sinergi dan Persaudaraan Soppeng Barru
Bupati Soppeng Meresmikan Hajj Health Adventure
Hujan Tak Kunjung Turun, Ribuan Warga Bone Gelar Salat Istisqa

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:41 WITA

Cekcok Berujung Mengerikan, Istri di Bone Diduga Disiram Bensin Lalu Dibakar Suami

Minggu, 13 September 2026 - 20:31 WITA

Kepengurusan DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 Rampung, Sejumlah Nama Strategis Masuk Struktur

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WITA

Modus Penyalahgunaan Bergeser, ‘Pa’sedot’ Jadi Tantangan Baru Pengawasan Satgas

Sabtu, 12 September 2026 - 13:04 WITA

Musda PPI Soppeng, Wabup Selle : Organisasi Ini Memiliki Sistem Kaderisasi yang Jelas

Jumat, 11 September 2026 - 16:38 WITA

Mobil Dinas Diduga Serobot Antrean BBM, Satgas: Isi Pertamax Jadi Tidak Perlu Antre

Berita Terbaru