BONE.BONEKU.COM — Insiden berdarah terjadi di Lingkungan Barangmamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang mertua dan menantu terlibat pertikaian hingga keduanya mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Informasi yang dihimpun dari warga di lokasi kejadian, peristiwa tersebut bermula saat pria berinisial SB (38) berada di depan rumahnya dan membakar sejumlah sampah atau perabot rumah tangga.
Warga yang khawatir api semakin membesar kemudian keluar rumah untuk berupaya memadamkan api. Namun, situasi justru memanas setelah SB disebut tidak terima dengan tindakan warga tersebut.
SB kemudian mengejar anak A Muh Agus. Mengetahui hal itu, A Muh Agus keluar dari rumah dan terlibat perkelahian dengan SB.
“Awalnya keduanya sempat berkelahi. Kemudian personel Polsek datang untuk mengamankan situasi. Setelah dianggap aman, polisi kemudian meninggalkan TKP,” ungkap seorang warga.
Namun, situasi kembali memanas setelah personel kepolisian meninggalkan lokasi. Tidak berselang lama, SB diduga mendatangi A Muh Agus dan melakukan penikaman menggunakan senjata tajam.
A Muh Agus mengalami luka pada bagian perut. Dalam kondisi tersebut, korban kemudian mengambil sebilah parang dan melakukan perlawanan dengan menebas SB.
Tebasan tersebut mengakibatkan SB mengalami luka terbuka pada bagian kepala.
Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan. Kedua pria yang mengalami luka selanjutnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima jajaran Polres Bone. Personel URC Resmob bersama Unit Intelkam Polres Bone mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus meminta keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan informasi awal, korban dan terduga pelaku masih memiliki hubungan keluarga.
“Benar, ada peristiwa penganiayaan di Kecamatan Cina. Informasi awal, terduga pelaku dan korban ini masih memiliki hubungan keluarga. Untuk kronologis lengkapnya, anggota masih di lapangan melakukan full baket,” ujar AKP Ananda Gunawan.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan pertikaian tersebut. (*)










