Warga Bone Dibacok Sepupu Hanya Gara-gara Ayam Mati

- Jurnalis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 20:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Bontocani saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.

Kapolsek Bontocani saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.

BONE,BONEKU.COM,– Sebuah peristiwa berdarah terjadi di Dusun Lemo, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. dimana terjadi penganiayaan antar 2 orang warga yang masih memiliki hubungan keluarga.

Informasi yang berhasil dihimpun dari Kapolsek Bontocani penganiayaan tersebut melibatkan Seorang warga bernama Asering (52) menjadi korban pembacokan oleh sepupunya sendiri, Ruddin (68), hanya gara-gara persoalan tiga ekor ayam yang mati.

Baca Juga:  Tragis, Rumah Orang Tua di Bone Dibakar Anak Kandungnya Sendiri

IPTU Kamaluddin Kapolsek Bontocani, yang dikonfirmasi wartawan mengatakan dalam insiden tersebut terduga pelaku telah berhasil diamankan sesaat setelah kejadian terjadi, sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Tenriawaru untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sudah, pelaku langsung kami amankan sesaat setelah kejadian. Sekarang pelaku sudah kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar IPTU Kamaluddin, Sabtu (21/6/2025).

Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami luka serius dengan tiga luka robek di bagian leher, pinggang, dan punggung. Saat ini, Asering telah dirujuk ke RS Tenriawaru Watampone untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Baca Juga:  Perkuat Wawasan Kebangsaan, Andi Muzakkir Aqil Sosialisasi 4 Pilar di Kabupaten Bone

“Korban sedang kami rujuk ke RS Tenriawaru karena luka robek cukup serius, ada tiga luka di leher, pinggang, dan punggung,” tambah Kapolsek.

Belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kejadian dan motif detail pelaku. Namun dugaan awal menyebutkan bahwa insiden itu dipicu oleh kematian tiga ekor ayam milik pelaku yang diduga disebabkan oleh korban.

Baca Juga:  Usai Shalat Berjamaah di Masjid, IRT Dianiaya Oknum Pensiunan Guru

Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menyelesaikan konflik secara damai dan tidak main hakim sendiri. (*)

Berita Terkait

Tanete Riattang Bantai Patimpeng 8-1 di Beramal Cup, PNG Bangga dengan Performa Tim
Sejumlah Instansi Teken MoU Bersama Pemkab Bone untuk Penguatan Layanan Publik
Bone Gelar Innovation Award 2026, Bupati Dorong OPD Hadirkan Inovasi Sederhana Berdampak
BREAKING NEWS : Bayi Laki-Laki Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan Desa Biccoing, Tonra
Muhammad Akbar Pamonroi: Prof. Lukman Arake Sosok Tepat Pimpin IAIN Bone
Mentan RI Salurkan Bantuan Rp9 Miliar untuk Korban Banjir di Bone
BAZNAS Bone Salurkan 400 Paket Sembako untuk Korban Banjir
Kurang dari 24 Jam, Polsek Tanete Riattang Bekuk 4 Pelaku Curanmor Bersenjata Tajam

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:27 WITA

Tanete Riattang Bantai Patimpeng 8-1 di Beramal Cup, PNG Bangga dengan Performa Tim

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:37 WITA

Sejumlah Instansi Teken MoU Bersama Pemkab Bone untuk Penguatan Layanan Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:34 WITA

Bone Gelar Innovation Award 2026, Bupati Dorong OPD Hadirkan Inovasi Sederhana Berdampak

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:26 WITA

BREAKING NEWS : Bayi Laki-Laki Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan Desa Biccoing, Tonra

Senin, 11 Mei 2026 - 13:31 WITA

Muhammad Akbar Pamonroi: Prof. Lukman Arake Sosok Tepat Pimpin IAIN Bone

Berita Terbaru