Tragedi Cinta, Catatan Pinggir: Bahtiar Parenrengi

- Jurnalis

Selasa, 12 Januari 2021 - 00:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONEKU.COM-Masih ingat cerita cinta Romeo dan Juliet? Cinta sehidup semati. Konon, cerita cinta yang ditulis oleh William Shakespeare ini hingga kini masih menjadi cerita indah.
Tragedi kisah cinta klasik Romeo dan Juliet pertama kali diterbitkan pada tahun 1595. Cerita yang mengisahkan tentang dua orang manusia yang saling mencintai satu sama lain, namun tak bisa bersatu karena kedua keluarga yang saling bermusuhan.
Kedua tokoh dalam cerita, Romeo dan Juliet, akhirnya mengakhiri hidup masing-masing daripada harus hidup berpisah.
Cerita ini ditutup dengan elegi atau syair yang berbunyi, ”Karena tidak pernah ada cerita yang lebih menyedihkan, daripada Romeo dan Juliet.”
               ***
Cerita cinta Romeo dan Juliet berakhir tragis. Bunuh diri. Dan itu menjadi tontonan yang menyesakkan hati. Sehidup semati. Memilih mati.
Soal cinta memang terkadang menyesakkan. Pun juga membuat hati berbinar. Ceria dan melahirkan senyum sumringah.
Cinta terkadang bikin buta, dan banyak memilihnya bunuh diri ketika pisah. Seperti disejumlah berita yang kita baca, hanya karena putus cinta dengan sang kekasih, seorang pemuda memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. 
Saat ditemukan tubuh pemuda tersebut tergantung di pohon mangga di Jalan Masjid, Jatisampurna, Kota Bekasi. 
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan kerabatnya, diduga pemuda tersebut mengakhiri hidupnya karena tidak mampu mengatasi rasa patah hatinya. 
Cukup memilukan. Terkadang keputusan jauh dari pertimbangan nalar dan iman. Dan keputusan itu berlandaskan emosi dan ego yang berlebihan. 
Iman bukan lagi menjadi landasan kesadaran. Sehingga cinta hanyalah menjadi sebatas emosi dan nafsu. Kesadaran menjadi manusia yang memiliki cinta kasih menjadi hilang. Menjadi manusia yang absurd.
                ***
Konyol. Itu terkadang menjadi tampilan manusia. Kita seolah memilihnya ketika lupa pada iman sebagai pondasi kehidupan.
Padahal dengan dimensi keIlahian, kita bisa menjadi manusia yang penuh cinta kasih. Tak memilih mengakhiri hidup dengan tragis.
Cinta dalam dimensi keIlahian tak menganjurkan adanya pilihan mengakhiri hidup seperti cerita Romeo dan Juliet. Tapi mengantarkan kita pada dimensi Sakinah mawaddah wa rahmah.
Sakinah artinya tenang dan tentram.
Mawaddah artinya cinta, harapan.
Warahmah artinya kasih sayang. Karena setiap orang butuh ketenangan, maka ia butuh cinta. Butuh kasih sayang.
Karena dengan “Cinta Kasih”, seperti kata Ilmuwan USA, Professor David Hawkins, sel-sel kanker paling takut dgn rasa CINTA KASIH. Penelitiannya juga temukan bahwa banyak orang sakit karena kekurangan cinta kasih.
Professor Hawkins mengatakan, “Kebanyakan orang_  sakit karena di dalam dirinya tidak ada hati yang penuh dgn Cinta Kasih yang Tulus & Ikhlas.
Yang ada hanya kesedihan dan deraian air mata.
Dalam penelitiannya, David Hawkins mendapati bahwa kebanyakan orang sakit selalu menggunakan pikiran negatif. Jika frekuensi cinta kasih seseorang di atas 200 hz maka dia tidak akan sakit.
Pikiran atau emosi negatif mana yg ada di bawah getaran 200 hz? Yaitu manusia yang suka mengeluh, suka menyalahkan orang lain dan dendam pada orang.
Yakinlah, tetaplah pada alur cinta yang benar agar kita tidak sesat. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.(*)
Baca Juga:  Empat Truk ODOL Ditindak Personel Satlantas Polres Bone

Berita Terkait

Perkuat Industri Gula Nasional, P3GI Tingkatkan Kompetensi SDM Kultur Jaringan
Di Balik Spektakulernya Bhayangkara Cup III, Firman Ungkap Terima Kasih untuk Semua Pihak
Niat Hati Hanya Menonton Balapan, Damrah Warga Panincong Justru Bawa Pulang Doorprize Umroh Bhayangkara Cup III
Dominasi Tiga Kategori, Athar Al Gifary Bersinar di AMS Racing Bhayangkara Cup III Soppeng
Gempar! Sambung Ayam di Salupangkan Diduga Dibekingi Oknum Polisi, Kapolres Mateng Ditantang Bettindak Tegas
Antrean BBM Kembali Mengular di SPBU Camming Bone, Sopir Keluhkan Waktu Terbuang
Bunda PAUD Sulsel Perkuat Kompetensi Guru, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan
AMS : Bhayangkara Cup III Bukan Sekedar Ajang Balap, Ekonomi Soppeng Ikut Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:00 WITA

Di Balik Spektakulernya Bhayangkara Cup III, Firman Ungkap Terima Kasih untuk Semua Pihak

Selasa, 3 November 2026 - 02:34 WITA

Niat Hati Hanya Menonton Balapan, Damrah Warga Panincong Justru Bawa Pulang Doorprize Umroh Bhayangkara Cup III

Minggu, 1 November 2026 - 19:43 WITA

Dominasi Tiga Kategori, Athar Al Gifary Bersinar di AMS Racing Bhayangkara Cup III Soppeng

Minggu, 1 November 2026 - 16:11 WITA

Gempar! Sambung Ayam di Salupangkan Diduga Dibekingi Oknum Polisi, Kapolres Mateng Ditantang Bettindak Tegas

Minggu, 1 November 2026 - 10:25 WITA

Antrean BBM Kembali Mengular di SPBU Camming Bone, Sopir Keluhkan Waktu Terbuang

Berita Terbaru