Guru SMA Tewas Tersambar Petir

- Jurnalis

Sabtu, 6 Januari 2024 - 09:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BONEKU.COM.PANGKEP,– Seorang guru SMA warga Kelurahan Tumampua Kecamatan Pangkajenne Kabupaten Pangkep bernama Muhammad Arsyad (48) tewas tersambar petir, pada kamis malam, 4/1/2024.

Informasi yang berhasil dihimpun, korban berangkat kesawahnya bersama sang isteri pada hari kamis sekitar pukul 14:00 wita, namun pada saat itu isteri korban pulang duluan.

Karena sudah Magrib korban tak kunjung pulang ke rumah, Isterinya pun bersama saudaranya kembali menyul korban ke sawah.

Baca Juga:  Gempa 3,6 Terjadi di Timur Laut Bone Sulsel

Pada saat itu korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di area persawah miliknya dengan kondisi menghitam dan sudah kaku.

Kasat Reskrim Polres Pangkep Iptu Prawira Wardani yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut, dia mengataka bahwa korban diduga meninggal akibat tersambar petir.

“Korban diduga tersambar petir saat melakukan aktivitas di sawahnya, kondisi pada saat itu memang hujan lebat disertai dengan petir,” Kata Iptu Prawira

Baca Juga:  Harga Sewa Terbalik Logika Bisnis, Bulog Bone Disorot: "Asal Sewa Saja Tanpa Perhitungan", Andi Salahuddin: Indikasi Korupsi

Pasca ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Batara Siang untuk di visum, lalu kemudian korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. (*)

Berita Terkait

Dukung Aktivitas Warga, Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan Hasil Karya Batalyon C Pelopor
Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone
Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar
Si Jago Merah ‘Mengamuk’ di Panyula, 2 rumah, Motor Hingga Mesin Perahu Hangus
Ratusan Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Ricuh, Upah 3 Minggu Tak Kunjung Dibayar Oleh Mandor
Tak Kenal Waktu dan Jarak, Tim Reaksi Cepat Dinsos Bone Datangi Bayi yang Ditemukan di Rumah Kosong
Peringatan HKAN 2026 di Lejja Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Lestarikan Alam
Dugaan Jaringan Lintas Provinsi: Pasokan dari Bone–Wajo, Aparat Diminta Telusuri Seluruh Rantai Distribusi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:31 WITA

Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:56 WITA

Si Jago Merah ‘Mengamuk’ di Panyula, 2 rumah, Motor Hingga Mesin Perahu Hangus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:49 WITA

Ratusan Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Ricuh, Upah 3 Minggu Tak Kunjung Dibayar Oleh Mandor

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:06 WITA

Tak Kenal Waktu dan Jarak, Tim Reaksi Cepat Dinsos Bone Datangi Bayi yang Ditemukan di Rumah Kosong

Berita Terbaru