Subuh Yang Membara: Catatan Terbakarnya Bola Soba

- Jurnalis

Rabu, 20 Maret 2024 - 11:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh : Bahtiar Parenrengi

BONEKU.COM–Suara sirine mobil pemadam kebakaran memecah kesunyian. Rasa kaget sebagian warga yang terlelap di Sabtu subuh itu tak terhindarkan. Sebagian warga secara tanggap mengikuti arah sirine. Sebagian warga lainnya mendongak ke atas mencari titik api.

Hanya menghitung menit, video dan foto informasi telah berseliweran di media sosial. “Bola Soba Terbakar.” Itulah kabar yang mengejutkan. Subuh itu membara. Api mengamuk dengan cepat. Petugas pemadam kewalahan mengatasinya.

Subuh itu, ratusan warga bersama petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. Bola Soba yang dibangun tahun 1895 oleh Raja Bone ke-31 La Pawawoi Karaeng Sigeri ini ludes terbakar. Tak satu pun barang/ koleksi bisa diselamatkan.

Saya masih sempat mengabadikan momen membara itu. Api melalap tiang dan dinding yang terbuat dari kayu itu. Bukti sejarah, yang diukir oleh Raja Bone ke-31 La Pawawoi Karaeng Sigeri, yang memerintah di Kerajaan Bone (1895-1905) itu tinggal kenangan.

Baca Juga:  HIMA dan BEM UNCAPI Jalin Kolaborasi, Bertandang ke UPTD Bina Marga Sulsel Wilayah V Bone

Saya dan ratusan warga lainnya merasa miris. Kami hanya bisa menatap puing Bola Soba serta teras rumah yang tersisa. Satu persatu pejabat pemerintah Kabupaten Bone berdatangan. Nampak Bupati dan Wakil Bupati Bone berdiri disebuah sisi lokasi bangunan. Kesedihan nampak terpancar di wajahnya.

Bupati Bone Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si. mendekati area kebakaran. Bahkan dengan penuh hati-hati berada dibawah rumah sambil mendongak menatap keatas.

Kita kehilangan bukti sejarah. Mungkin itulah yang ada dalam pikirannya. Sebuah karya “manusia Bugis” yang terikat dengan adat. Disetiap lekuk rumah memiliki simbol atau makna.

Begitulah garis takdir. Disaat kita terlelap, api melalap Bola Soba. Dan rumah adat yang berlokasi di Jalan Latenritatta tinggal jadi cerita. Sebuah cerita yang memilukan, Sabtu 20 Maret 2021.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Kompak Resmikan Jembatan Pertama Pimpin Bone

Babak baru pun akan kita ukir. Tak ada alternatif lain, selain membangun yang baru. Andi Fahsar pun mengambil kebijakan untuk membangun kembali dengan lokasi yang cukup strategis di Watang Palakka.

Andi Fahsar berharap agar direkonstruksi kembali dengan tidak jauh beda aslinya, karena ini aset budaya milik rakyat Bone yang harus dilestarikan.
” di balik musibah ini tentu ada hikmahnya, mari kita sama-sama memikirkan untuk bangun kembali seperti sediakala”.

Rumah yang menjadi kebanggaan orang Bone tersebut Akhirnya disepakati dibangun ditempat lain. Pemerintah Kabupaten Bone telah membebaskan lokasi sekitar 4 hektar. Lokasi ini tentu bukan hanya Bola Soba yang akan dibangun. Tetapi berbagai fasilitas tempat wisata serta Bola Subbi juga akan melengkapi areal tersebut.

Dinamika tentu saja terjadi. Dan itu sebuah kewajaran disetiap langkah pembangunan. Protes adalah hal yang wajar dan baik. Apalagi untuk kebaikan bersama. Pembangunan areal wisata itu, termasuk pembangunan Bola Soba tak boleh mandek. Harus ada alternatif lain yang menjadi solusi ketika bahan kayunya sulit diperoleh. Tentunya kita berharap agar
Bola Soba bisa terbangun secepatnya sehingga lokasi itu menjadi pusat kajian budaya dan adat Bugis di Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Kadis Asman Sambut Baik Alokasi Dana 28 T Dari Pemerintah Pusat Untuk Tangani Keluhan Petani

Mari wujudkan. “Tahu saja tidak cukup, kita harus bertindak. Ingin saja tidak cukup, kita harus bergerak.” (Johann Wolfgang von Goethe).
“Iyyapa nari isseng lamunna salo’e na loanna, rekko purai ri atengngai”
(Luas dan kedalaman sebuah sungai dapat diketahui ketika telah menyeberanginya).

Terbakarnya Bola Soba akan menjadi penyemangat bagi kita semua. Penyemangat untuk bersatu. Bersatu akan membuat kita kuat. Seperti api yang berkobar. Api sebagai simbol semangat yang kuat untuk. Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan mampu menerangi sekitarnya.(*)

Berita Terkait

Ambil Sumpah 89 PNS, Andi Asman Minta ASN Bone Jadi Pelayan Masyarakat yang Berintegritas
Ground Breaking Paket 2 MYP DI Bengo, Gubernur Sulsel Fokus Benahi Saluran Irigasi Warisan Kolonial
Komitmen Berantas Narkoba, Satresnarkoba Polres Bone Gulung 19 Tersangka dari 15 Kasus
Kebijakan BerAmal Tuai Pujian, Gaji ke-13 ASN Bone Dibayar Lebih Cepat
Lansia 80 Tahun di Mare Bone Jadi Korban Penganiayaan, Terduga Pelaku Diduga ODGJ
Mangrove untuk Kehidupan 2026, Gerakan Pelestarian Pesisir Digelar di Bulukumba
Juru Parkir di Bone Diduga Dianiaya Sopir Mobil Plat Merah, Korban Lapor ke Polisi.
Tiga Hari Hilang, Kakek 72 Tahun di Kajuara Bone Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:26 WITA

Ambil Sumpah 89 PNS, Andi Asman Minta ASN Bone Jadi Pelayan Masyarakat yang Berintegritas

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:42 WITA

Ground Breaking Paket 2 MYP DI Bengo, Gubernur Sulsel Fokus Benahi Saluran Irigasi Warisan Kolonial

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:32 WITA

Kebijakan BerAmal Tuai Pujian, Gaji ke-13 ASN Bone Dibayar Lebih Cepat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:35 WITA

Lansia 80 Tahun di Mare Bone Jadi Korban Penganiayaan, Terduga Pelaku Diduga ODGJ

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:27 WITA

Mangrove untuk Kehidupan 2026, Gerakan Pelestarian Pesisir Digelar di Bulukumba

Berita Terbaru