Sarbumusi Refleksi May Day 2025

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, BONEKU.COM,– Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) meminta adanya kepastian hukum bagi industri sawit supaya tidak berdampak buruk bagi pekerja dan buruh yang bekerja di sektor ini. Saat ini, situasi industri sawit menghadapi masalah yang krusial sehingga mengkhawatirkan semua kalangan.

Hal ini disampaikan dalam Refleksi May Day (Hari Buruh) 2025 di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Presiden DPP Konfederasi Sarbumusi Irham Ali Saifuddin mengakui komoditas ekspor sawit ini menghadapi penurunan sebagai dampak dari situasi global. Penurunan ini salah satunya disebabkan pemberlakuan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Karena itulah, dikatakan Irham Ali, Konfederasi Sarbumusi mendesak pemerintah supaya memberikan kepastian hukum supaya menciptakan investasi domestic agar menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Akan Hapus Outsorcing Pekerja

Senada dengan Sarbumusi. Ketua Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) Sumarjono Saragih mengakui situasi industri sawit sedang tidak baik-baik saja karena tantangan di dalam dan luar negeri.

Dikatakan Sumarjono, sekitar 16 juta perkebunan kelapa sawit menghadapi persoalan ketidakpastian hukum dan regulasi. Masalah ini tidak hanya dihadapi perusahaan melainkan juga petani.

Sumarjono menegaskan bahwa ketidakpastian hukum itu juga berdampak pada hilangnya pekerjaan di sektor industri kelapa sawit. “Saat ini Perkebunan sawit yang diklaim di kawasan hutan, dan diambil oleh negara. Dipasanglah di sana plang-plang nama bahwa ini disita oleh negara,” katanya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dikabarkan Reshuffle Kabinetnya Hari ini

“Apabila ada 3 juta yang diambil dan dijadikan hutan lalu tidak dapat digunakan bahkan sawitnya ditebang, berarti ini akan menjadi hutan. Lalu, terdapat potensi 3 juta pekerja yang kehilangan pekerjaan,” jelas Sumarjono.

Sumarjono mengatakan GAPKI terus mengedepankan advokasi dan pendampingan terhadap isu pekerja, khususnya perlindungan bagi pekerja perempuan dan pencegahan pekerja anak, peningkatan kondisi kerja, peningkatan kesadaran K3 dan mendorong dialog sosial dalam hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan. GAPKI berkomitmen untuk menghormati dan mendukung pemenuhan dan perlindungan hak-hak pekerja di semua kegiatan usaha dan hubungan usahanya di rantai pasok.

Baca Juga:  4 Sekretariat UKM Unim Bone Hangus Terbakar

Selama 8 tahun terakhir GAPKI aktif bekerjasama dengan ILO, Serikat Pekerja yang tergabung dalam JAPBUSI (Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia) , CNV Internasioanal (Organisasi Buruh dari Belanda), Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Pertanian, BPJS Ketenagakerjaan, BAPPENAS, PAACLA, Earthworm Foundation, JARAK, PKPA instansi lainnya dalam memperbaiki kondisi ketenagakerjaan dalam perkebunan kelapa sawit melalui berbagai kegiatan.

Melalui forum dialog sosial Jaga Sawitan—yang merupakan inisiatif bersama antara GAPKI dan Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI)—berbagai langkah telah diambil untuk memastikan kondisi kerja yang layak di lapangan, termasuk pelatihan, penguatan kelembagaan ketenagakerjaan perusahaan, dan pemenuhan standar nasional maupun internasional. (*)

Berita Terkait

Usai Hadiri WEF Davos 2026, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Bantuan Rp15 Miliar Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang
Senyap Tapi Menyala : Langkah Strategis RMS Tinggalkan Nasdem dan DPR-RI
Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan, Pemprov Sulsel Total Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500
Data Flightradar24 Pastikan Pesawat PK-THT Jenis ATR 42-500 Hilang di Maros–Pangkep
Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros
Jelang Pilkada 2026, SMSI Bahas Wacana Pilkada Lewat DPRD
Pemkab Bone Dukung Rencana Seismik 2D dan Sumur Eksplorasi di Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:18 WITA

Bantuan Rp15 Miliar Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:09 WITA

Senyap Tapi Menyala : Langkah Strategis RMS Tinggalkan Nasdem dan DPR-RI

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:05 WITA

Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan, Pemprov Sulsel Total Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:58 WITA

Data Flightradar24 Pastikan Pesawat PK-THT Jenis ATR 42-500 Hilang di Maros–Pangkep

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:31 WITA

Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros

Berita Terbaru