UNICEF dan Pemprov Sulsel Kolaborasi Susun Strategi Komunikasi Turunkan Stunting

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 16:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM,– Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama UNICEF, Yayasan Jenewa Madani Indonesia, dan Tanoto Foundation menggelar Lokakarya Penyusunan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) selama dua hari, 28–29 Juli 2025, di Hotel Horison Ultima Makassar.

Kegiatan ini mempertemukan Tim Ahli, Konsultan KPP, serta perwakilan dari berbagai perangkat daerah tingkat provinsi dan empat kabupaten prioritas: Sinjai, Soppeng, Sidrap, dan Pinrang. Hadir pula unsur dari Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, BKKBN, DP3AP2KB, Kemenag, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulsel.

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Bappelitbangda Sulsel, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si., yang menegaskan dukungan penuh Pemprov Sulsel terhadap strategi ini sebagai bagian dari agenda besar pembangunan SDM.

Baca Juga:  Wagub Fatmawati Dampingi Gubernur Sulsel, MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka, 117 Kontingen Ikuti Perhelatan

“Pemerintah Provinsi mendukung penuh inisiatif penyusunan strategi KPP sebagai instrumen perencanaan yang konkret dan aplikatif dalam menurunkan angka stunting di daerah,” ujar Saleh.

Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari pendampingan strategis oleh UNICEF sejak 2022. Sebelumnya, strategi serupa telah dirumuskan di tingkat provinsi dan diadopsi oleh 20 kabupaten/kota. Melalui kegiatan ini, ditargetkan seluruh wilayah di Sulsel memiliki dokumen KPP untuk memperkuat intervensi terhadap stunting secara menyeluruh.

Baca Juga:  DPRD Sulsel Dukung MYP Berlanjut, Infrastruktur Jadi Prioritas

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat penurunan prevalensi stunting di Sulsel menjadi 23,3 persen, dari 27,4 persen pada tahun 2023. Meskipun menunjukkan tren positif, angka tersebut masih menuntut langkah-langkah terstruktur dan kolaboratif.

Direktur Yayasan Jenewa Madani Indonesia, Surahmansah Said, M.P.H., dalam sambutannya menekankan bahwa pencegahan stunting tak cukup hanya melalui aspek teknis kesehatan dan gizi.

“Kita perlu strategi yang menyentuh sisi perilaku masyarakat. Pesan perubahan harus sampai ke hati dan menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari,” ungkap Surahmansah.

Hal senada disampaikan Nutrition Officer UNICEF, Nike Frans, M.P.H., yang menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dan pendekatan yang holistik.

Baca Juga:  Stadion Sudiang Berkapasitas 27 Ribu Penonton Dibangun, Ditarget Rampung 2027

“Strategi komunikasi harus mencakup dimensi sosial, budaya, agama, kesehatan, dan pendidikan. Inilah kekuatan dari pendekatan lintas sektor,” ucapnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendalami empat pilar utama strategi KPP, advokasi, mobilisasi sosial, kampanye publik, dan komunikasi antarpribadi. Setiap tim kabupaten kemudian menyusun rencana aksi dan metode pemantauan yang akan diterapkan di wilayah masing-masing.

Upaya ini juga sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, yang menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai agenda prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. (*)

Berita Terkait

Harga Cabai Rawit di Makassar Capai Rp85.000, TPID Sulsel Pantau Pasokan dan Distribusi
Sekda Sulsel Resmikan Program Pelajar Menabung, Sasar 20 Sekolah di Makassar, Maros dan Gowa
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Panas di Sulsel, 7 Daerah Masuk Kategori Siaga
Bertemu Dubes Swiss di Kapal Phinisi, Wagub Fatmawati Bahas Rumput Laut, Kopi, dan Kakao
Berhasil Renegosiasi PI Migas 2,5% Jadi 10%, Gubernur Andi Sudirman: Alhamdulillah untuk Sulsel
Pemprov Sulsel Tegaskan Alsintan di Gudang Tani Makmur Bisa Dipinjamkan ke Petani
Lepas 28 Penerima Beasiswa Luar Negeri, Andi Sudirman Harap Kembali Mengabdi di Sulsel
Gubernur Sulsel Tegaskan Insentif Fiskal dari Pusat untuk Kepentingan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 15:22 WITA

Harga Cabai Rawit di Makassar Capai Rp85.000, TPID Sulsel Pantau Pasokan dan Distribusi

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WITA

Sekda Sulsel Resmikan Program Pelajar Menabung, Sasar 20 Sekolah di Makassar, Maros dan Gowa

Kamis, 24 September 2026 - 14:52 WITA

BBMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Panas di Sulsel, 7 Daerah Masuk Kategori Siaga

Kamis, 24 September 2026 - 10:50 WITA

Bertemu Dubes Swiss di Kapal Phinisi, Wagub Fatmawati Bahas Rumput Laut, Kopi, dan Kakao

Rabu, 23 September 2026 - 10:37 WITA

Berhasil Renegosiasi PI Migas 2,5% Jadi 10%, Gubernur Andi Sudirman: Alhamdulillah untuk Sulsel

Berita Terbaru