Jaga Ketahanan Pangan, Polres Bone Imbau Petani Salurkan Jagung ke Bulog

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 19:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE,BONEKU.COM,– Kepolisian Resor (Polres) Bone menyampaikan imbauan penting kepada seluruh petani jagung, khususnya di wilayah Kabupaten Bone dan sekitarnya, terkait program pembelian jagung oleh Pemerintah melalui Perum Bulog. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kabag SDM Polres Bone, Kompol Arsyad, mewakili Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi, S.IK., M.Tr.Opsla.

Kapolres menegaskan bahwa peran petani sangat krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, jagung yang ditanam bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga strategis bagi masa depan bangsa.

“Jagung yang ditanam petani kita bukan semata soal harga, tapi juga menyangkut masa depan negeri. Bila panen dikelola dengan baik, kualitas terjaga, dan disalurkan ke Bulog, maka petani ikut menopang cadangan pangan nasional,” ujar Kapolres melalui Kompol Arsyad.

Baca Juga:  Polsek Ajangale Turun Tangan Mediasi Kasus Bullying Pelajar yang Viral

Pemerintah telah menetapkan harga pembelian jagung dengan ketentuan sebagai berikut, Jagung kadar air maksimal 14% dibeli dengan harga Rp6.400/kg, Jagung dengan kadar air 18–20% dihargai Rp5.500/kg

Namun, jagung yang diterima harus bebas dari biji mati, kotoran, dan benda asing, serta memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan.

Guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, Polri menugaskan Bhabinkamtibmas di tiap desa untuk mendampingi petani, mulai dari proses pengiriman hingga jagung tiba di gudang Bulog. Hal ini untuk menghindari campur tangan tengkulak dan menjamin petani mendapat harga terbaik.

Baca Juga:  35 Legislator Layangkan Mosi Tak Percaya, Dinamika Politik DPRD Bone Memanas

“Petani tidak perlu bingung. Kami hadir mendampingi agar hasil panen mereka langsung diterima oleh Bulog tanpa pihak ketiga,” jelas Kompol Arsyad.

Lebih jauh, Kompol Arsyad menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini adalah bentuk dukungan terhadap stabilitas nasional melalui ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan adalah bagian integral dari kamtibmas. Daerah yang kuat secara pangan akan lebih stabil secara sosial,” tegasnya.

Baca Juga:  Dinas TPHP Bone Panen Serentak di Puncak Perayaan HUT RI

Kapolres Bone pun mengingatkan para petani agar tidak mudah tergiur oleh pihak-pihak yang menawarkan harga tinggi dengan maksud yang tidak jelas. Ia mengajak para petani untuk menjadi aktor penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Mari kita jadi petani cerdas, yang sadar akan peran strategisnya bagi bangsa. Jaga kualitas, jaga integritas,” pungkas AKBP Sugeng Setio Budhi.

Langkah kolaboratif antara petani, pemerintah, Bulog, dan Polri ini menjadi wujud nyata bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. (*)

Berita Terkait

Gelar Sosialisasi, KPU Bone Benahi Data Parpol untuk Verifikasi Pemilu 2029
Lebaran Anak Yatim 1448 Hijriah, Pemkab Bone Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif
CCTV Ungkap Detik-detik Pelaku Menggasak Uang Kotak Amal Masjid Jami Al Mujahidin Pappolo
Puluhan Tahun Dinantikan, Jalan Awang Cenrana – Lebongnge Diresmikan Bupati Bone
Dipicu Cemburu Buta, Seorang Pria Diduga Aniaya Kekasih di Kamar Kost
Petani di Lappariaja Bone Ditemukan Meninggal di Sungai, Motor Tergeletak di Lokasi
Bupati Bone Sidak UKPBJ, Perintahkan Percepatan Lelang Proyek Strategis
Aksi Mahasiswa di DPRD Bone Sempat Ricuh, Massa Terlibat Saling Dorong dengan Aparat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:10 WITA

Gelar Sosialisasi, KPU Bone Benahi Data Parpol untuk Verifikasi Pemilu 2029

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:21 WITA

Lebaran Anak Yatim 1448 Hijriah, Pemkab Bone Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:55 WITA

CCTV Ungkap Detik-detik Pelaku Menggasak Uang Kotak Amal Masjid Jami Al Mujahidin Pappolo

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:16 WITA

Dipicu Cemburu Buta, Seorang Pria Diduga Aniaya Kekasih di Kamar Kost

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:10 WITA

Petani di Lappariaja Bone Ditemukan Meninggal di Sungai, Motor Tergeletak di Lokasi

Berita Terbaru