BONE,BONEKU.COM,– Tim gabungan TNI–Polri Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, melaksanakan patroli pengecekan di lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam ilegal pada Minggu (7/9/2025). Namun, hasil operasi tidak menemukan adanya aktivitas perjudian di tempat yang dicurigai.
Operasi yang dimulai pukul 13.00 WITA di Dusun Bungaejae, Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tellu Limpoe, Iptu Muhammad Syafri. Kegiatan patroli melibatkan empat unit kepolisian, yakni Kanit Binmas Aiptu H. Jufri, Kanit Intelijen Aipda M. Albar, Kanit Reskrim Aipda Samsul Alang, serta Sertu Markus dari Koramil Lamuru.
Patroli menyusuri wilayah perbatasan tiga kabupaten, mulai Dusun Bungaejae (Desa Sadar), Jalan Dusun Gattungeng (Desa Pallawa), hingga Desa Marioriaja, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Meski lokasi dinilai strategis dan rawan dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal, tim tidak menemukan adanya praktik sabung ayam.
“Hasil patroli menunjukkan tidak ada kegiatan yang dimaksud. Situasi dalam kondisi aman dan terkendali,” jelas Iptu Muhammad Syafri.
Kapolsek menegaskan pihaknya sudah melakukan pembongkaran sebagian terhadap arena yang diduga digunakan untuk sabung ayam. Namun, pembongkaran total belum dilakukan karena lokasi tersebut juga digunakan warga untuk menyimpan hasil bumi.
“Kami masih menunggu bukti konkret untuk melakukan pembongkaran menyeluruh. Jika ada bukti berupa foto atau video, kami harap masyarakat bisa melaporkannya agar dapat kami tindaklanjuti,” tambahnya.
Menanggapi isu yang beredar di sejumlah media, Kapolsek Tellu Limpoe dengan tegas membantah adanya keterlibatan oknum personelnya dalam praktik judi sabung ayam.
“Saya tegaskan, tidak ada anggota Polsek Tellu Limpoe yang menerima uang terkait praktik sabung ayam. Kalau ada yang memiliki bukti, silakan laporkan secara resmi ke Propam Polres Bone, jangan hanya menyampaikan di media,” tegasnya.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak terverifikasi. Menurutnya, Polsek Tellu Limpoe terbuka terhadap kritik, tetapi semua harus melalui mekanisme resmi dan berdasarkan fakta.
Patroli yang berakhir pukul 15.00 WITA tersebut berlangsung lancar dan tanpa hambatan. Polsek memastikan akan terus melakukan operasi serupa secara rutin, terutama di wilayah perbatasan yang rawan dijadikan lokasi praktik perjudian.
“Kami berkomitmen memberantas segala bentuk perjudian. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan setiap aktivitas ilegal yang ditemui. Partisipasi masyarakat sangat penting demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” pungkas Kapolsek. (*)










