BONE.BONEKU.COM,– Gubernur Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sabtu (9/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan bagi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.
Bantuan yang disalurkan berupa bantuan keuangan sebesar Rp1 miliar, 500 paket sembako, serta tali asih bagi keluarga dua korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bone.
Dalam rombongan tersebut, Gubernur Sulsel didampingi Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Kepala Bappenda Sulsel, dan jajaran Dinas Sosial Sulsel. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin.
Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Bone, sejumlah kepala OPD Pemkab Bone, serta Camat Tanete Riattang Timur. Kehadiran unsur pemerintah provinsi dan kabupaten tersebut menunjukkan sinergi dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Bone.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulsel atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir.
“Bantuan ini tentu sangat membantu masyarakat kami yang terdampak banjir. Saat ini kami juga menyiapkan posko pengungsian dan dapur umum yang setiap hari memasak ribuan porsi makanan untuk warga,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus memantau kondisi warga dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Menurutnya, wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir saat musim hujan. Namun, banjir kali ini disebut sebagai yang paling parah sejak tahun 2018.
“Banjir kali ini cukup besar. Bahkan ada dua korban meninggal dunia, seorang anak di Panyula dan seorang nenek di Bajoe,” ungkapnya.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan hingga kini masih terus melakukan penanganan di lokasi terdampak banjir.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan meminta seluruh pihak memperkuat langkah mitigasi bencana ke depan.
Ia mendorong pemerintah daerah memanfaatkan teknologi, termasuk penggunaan drone, untuk memetakan titik rawan dan penyebab banjir agar penanganan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
“Pengalaman ketika ada banjir, maka terbangkan drone supaya kita bisa melihat langsung titik persoalannya dan mencari solusi yang tepat,” kata Andi Sudirman.
Menurutnya, kesiapsiagaan pemerintah daerah sangat penting dalam menghadapi situasi darurat bencana, mulai dari penyiapan data, penanganan kesehatan warga, hingga dukungan anggaran.
“Masalah kesehatan juga harus menjadi perhatian. Tenaga kesehatan harus stand by memantau kondisi masyarakat,” tegasnya.
Di akhir kunjungannya, Gubernur Sulsel menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir di Bone, mulai dari TNI, Polri, OPD, tenaga kesehatan, hingga relawan yang terus membantu warga terdampak di lapangan. (*)
Penulis : Achyl
Editor : Admin Redaksi










