Ketua Devisi Hukum L-KONTAK Pertanyakan Komitmen Kejati Sulsel Berantas Korupsi Tambang Ilegal Di Wajo

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 14:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM– Komitmen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) dalam menangani Pengaduan Masyarakat (Dumas) terkait dugaan korupsi tambang ilegal di Kabupaten Wajo, kembali dipertanyakan.

Pasalnya, laporan yang telah disampaikan hampir setahun lalu dinilai tidak transparan dan tanpa kejelasan tindak lanjut.

“Saya meminta Kejati Sulsel agar transparan dan akuntabel dalam memproses Dumas. Jangan sampai laporan masyarakat ini seperti hilang tanpa kabar. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” tegas Sukriadi, Ketua Divisi Hukum Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK), Minggu (09/11/2025).

Baca Juga:  HPN 2026 Jadi Momentum SMSI Wajo Berbagi dan Mengabdi

Sukri menjelaskan, laporan resmi bernomor 9070/K.II/S.LP.DPP L-KONTAK/II/2025 yang dikirim sejak 7 Februari 2025, hingga kini belum menunjukkan progres pengusutan maupun informasi perkembangan dari pihak Kejati Sulsel.

“Sudah hampir setahun sejak kami melaporkan, tapi perkembangannya nihil. Kejati seharusnya terbuka dan menjelaskan ke publik sejauh mana penanganan kasus dugaan tambang ilegal di Wajo,” ujarnya.

Baca Juga:  Kajari Bone Berganti, Mulyadi Resmi Jabat Pucuk Pimpinan Adhyaksa Bone

Dalam laporan tersebut, L-KONTAK turut menyertakan sejumlah nama untuk dimintai keterangan terkait dugaan penambangan tanpa izin (ilegal), penjualan hasil tambang ilegal, penetapan hak status tanah lokasi tambang, hingga dugaan manipulasi laporan pajak.

“Laporan ini sudah berjalan lama dan melebihi tenggat waktu yang wajar tanpa ada kejelasan. Kami hanya meminta transparansi—apakah ada temuan atau tidak, publik berhak tahu,” tambah Sukri.

Baca Juga:  RSKD Gigi dan Mulut Sulsel Gelar Operasi Gratis Celah Bibir dan Lelangit

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya temuan baru tambang ilegal oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo yang diduga melibatkan oknum yang sama di Kecamatan Sabbang Paru.

“Temuan terbaru ini seharusnya menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan laporan lama yang tak kunjung jelas,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Ramadhan Leadership Camp Hari Keempat, Prof Jufri: Pelaksanaan Berjalan Lancar, Antusiasme Peserta Tinggi dan Dukungan Kementerian Luar Biasa
Banjir Landa Sejumlah Wilayah Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tim Tagana dan Dinsos
RLC Jadi Forum Pemprov Sulsel dan Polda Perkuat Sinergi Cegah Tindak Pidana Korupsi
Bupati Bone Hadiri Buka Puasa Akbar Program Raja Salman di Masjid 99 Kubah
Setahun Andalan Hati, Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,43 Persen dan Kemiskinan Turun
Kepala DBMBK: Pekerjaan Jalan Hertasning–Aroepala Dikerjakan Bertahap, Tahun Ini Dikebut
Ramadan Leadership Camp, Wamenhan Tekankan Persatuan sebagai Modal Pertahanan Negara
Kemendagri Apresiasi Leadership Camp Sulsel, Dinilai Selaras dengan Asta Cita

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:21 WITA

Ramadhan Leadership Camp Hari Keempat, Prof Jufri: Pelaksanaan Berjalan Lancar, Antusiasme Peserta Tinggi dan Dukungan Kementerian Luar Biasa

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:52 WITA

Banjir Landa Sejumlah Wilayah Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tim Tagana dan Dinsos

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:31 WITA

RLC Jadi Forum Pemprov Sulsel dan Polda Perkuat Sinergi Cegah Tindak Pidana Korupsi

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:00 WITA

Bupati Bone Hadiri Buka Puasa Akbar Program Raja Salman di Masjid 99 Kubah

Senin, 23 Februari 2026 - 20:47 WITA

Setahun Andalan Hati, Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,43 Persen dan Kemiskinan Turun

Berita Terbaru