MAROS.BONEKU.COM,– Perjuangan panjang Tim SAR gabungan di medan ekstrem Gunung Bulusaraung akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku dengan cuaca dan tebing terjal, satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan tersebut berhasil ditemukan, Minggu (18/1/2026) sore.
Jenazah berjenis kelamin pria itu ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA, tergeletak di dinding tebing curam di sisi utara puncak Gunung Bulusaraung. Lokasi penemuan berada di titik koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT, tak jauh dari serpihan badan pesawat yang sebelumnya telah teridentifikasi. Kawasan ini diketahui berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.
Koordinator Pos SAR Bulusaraung mengungkapkan, medan di lokasi penemuan korban sangat ekstrem dan berisiko tinggi. Jenazah ditemukan di dinding tebing batu dengan kemiringan mencapai 90 derajat atau hampir tegak lurus, memperkuat dugaan bahwa sebagian badan pesawat terjepit di tebing vertikal di sekitar puncak gunung.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi sangat menegangkan. Tim Vertical Rescue Basarnas harus mengerahkan teknik khusus untuk menjangkau korban yang berada di dinding tebing.
“Satu korban sudah ditemukan. Proses evakuasi sangat sulit karena berada di kemiringan 90 derajat,” ungkap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan dengan metode rappelling, yakni menurunkan personel menggunakan tali dari atas tebing demi menjangkau posisi korban yang nyaris tak terjangkau.
“Tim kami saat ini sedang bekerja melakukan evakuasi dengan cara rappelling menggunakan tali dari atas tebing,” sambungnya.
Setelah berhasil dievakuasi dari dinding tebing batu, jenazah korban akan diturunkan melalui jalur darat yang penuh tantangan. Selanjutnya, korban direncanakan dibawa menuju Posko Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sebagai akses darat terdekat yang memungkinkan ambulans dan tim medis menjangkau lokasi.
Dari Posko Tompobulu, jenazah akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses identifikasi awal oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Sementara itu, Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Proses pencarian dipastikan akan terus dilakukan meski harus menghadapi medan ekstrem dan risiko tinggi demi memastikan seluruh korban dapat ditemukan. (*)
Penulis : Heri
Editor : Admin Redaksi











