Catatan Si Anak Petani: Mimpi Besar dari Desa Terpencil di Kabupaten Bone

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE.BONEKU.COM – Terlahir dari keluarga petani di sebuah desa terpencil di Kabupaten Bone bukanlah alasan bagi Muhamad Akbar Pamonroi untuk membatasi cita-citanya. Justru dari hamparan sawah, lumpur, dan peluh kedua orang tuanya, ia belajar tentang arti kerja keras, kejujuran, kesabaran, serta keyakinan bahwa setiap mimpi dapat diraih oleh siapa saja.

Melalui tulisan inspiratif bertajuk “Catatan Si Anak Petani”, Akbar mengajak generasi muda untuk tidak menjadikan latar belakang keluarga sebagai penghalang dalam meraih masa depan. Baginya, asal-usul bukanlah penentu kesuksesan, melainkan tekad, usaha, dan doa yang terus mengiringi setiap langkah.

“Aku anak petani, tapi mimpiku tak berhenti di sawah. Aku bermimpi setinggi langit, bekerja sekeras tanah, dan berserah sekuat doa.”

Baca Juga:  Bukan Sekadar Biografi, “BupAAS: Jalan Pengabdian” Hadirkan Perspektif 44 Narasumber

Kalimat sederhana itu menjadi cerminan perjalanan hidupnya. Sejak kecil, Akbar tumbuh di lingkungan pedesaan dengan menyaksikan kedua orang tuanya bekerja tanpa mengenal lelah mengolah sawah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Pengalaman tersebut membentuk karakter yang tangguh sekaligus menanamkan keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk mengubah masa depan.

“Saya lahir sebagai anak petani dari desa terpencil di Kabupaten Bone. Saya bangga dengan latar belakang itu karena dari sanalah saya belajar tentang kejujuran, kerja keras, kesabaran, dan pentingnya tidak pernah menyerah. Mimpi setiap anak tidak ditentukan oleh tempat ia dilahirkan, tetapi oleh tekad dan usahanya untuk terus maju,” tutur Muhamad Akbar Pamonroi.

Baca Juga:  Bupati Bone Menerima Bantuan APD Dari BLK Bantaeng

Menurut Akbar, tidak ada alasan bagi anak-anak petani untuk merasa rendah diri. Sebaliknya, kehidupan di tengah keluarga petani justru menjadi sekolah pertama yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.

Disiplin, tanggung jawab, kegigihan, dan semangat pantang menyerah adalah bekal yang lahir dari keseharian membantu orang tua di sawah. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi dalam mengejar pendidikan, membangun karier, hingga mengabdikan diri kepada masyarakat.

Baca Juga:  Diduga Depresi, Pria di Bone Ditemukan Gantung Diri di Rumahnya

Bagi Akbar, profesi petani bukan sekadar pekerjaan, melainkan kehormatan. Dari tangan para petanilah kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, sehingga setiap anak petani patut berbangga atas asal-usulnya.

Melalui “Catatan Si Anak Petani”, ia berharap semakin banyak generasi muda, khususnya yang berasal dari pelosok desa, berani memupuk mimpi setinggi mungkin tanpa melupakan akar kehidupan yang telah membesarkan mereka.

“Jangan pernah malu menjadi anak petani. Justru dari tanah tempat kita berpijak itulah kita belajar berdiri tegak. Teruslah bermimpi, teruslah belajar, dan buktikan bahwa anak desa juga mampu berkarya, menginspirasi, dan memberi manfaat bagi bangsa,” pesannya. (*)

Berita Terkait

Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo
Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum
Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban
73 Paskibraka Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Amanah di HUT ke-81 RI
Antrian Panjang vs. Pengalihan Ilegal: Kelangkaan Solar di Bone
Dukung Aktivitas Warga, Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan Hasil Karya Batalyon C Pelopor
Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone
Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:42 WITA

Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:25 WITA

73 Paskibraka Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Amanah di HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:05 WITA

Antrian Panjang vs. Pengalihan Ilegal: Kelangkaan Solar di Bone

Berita Terbaru