BONE.BONEKU.COM — Seorang buruh bangunan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dibuat panik setelah menemukan tiga benda yang diduga merupakan bahan peledak saat menggali tanah untuk pondasi rumah.
Benda mencurigakan tersebut ditemukan oleh Rano Ihsan, seorang buruh bangunan, saat sedang melakukan penggalian di lokasi pembangunan rumah.
Awalnya, Rano menggali tanah menggunakan linggis. Namun, linggis yang digunakannya tiba-tiba mengenai benda keras yang bentuknya menyerupai bahan peledak.
Merasa curiga, Rano kemudian menghentikan pekerjaannya dan memeriksa benda tersebut. Saat diperiksa, ia mendapati tiga benda yang diduga merupakan bahan peledak.
Panik dengan temuannya, Rano kemudian meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian.
“Sekitar pukul 11:00 saya temukan pak, saya lagi gali tanah untuk pondasi, tiba-tiba ada benda terkena linggis, saat saya liat ternyata seperti bom, jadi saya laporkan ke warga,” Kata Rano yang ditemui di TKP.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan memastikan benda yang ditemukan tidak disentuh oleh warga.
Tiga benda tersebut terdiri dari satu benda yang diduga berjenis manggis dan dua benda yang diduga merupakan granat nanas.
Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Sat Brimob Batalyon C yang dipimpin Danyon Kompol Rudi Mandaka, SH. bersama personil Polres Bone dan Polsek Tanete Riattang kemudian mendatangi lokasi penemuan untuk mensterilkan situasi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas memastikan ketiga benda tersebut masih dalam kondisi aktif sehingga proses evakuasi dilakukan secara hati-hati.
Ketiga bahan peledak tersebut selanjutnya dibawa ke Mako Brimob untuk diamankan.
Rencananya, bahan peledak tersebut akan dilakukan disposal atau pemusnahan di Lapangan Tembak Desa Lemoape Kecamatan Palakka, Besok Kamis 24/9/2026.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul serta bagaimana tiga bahan peledak tersebut bisa berada di lokasi pembangunan rumah.
Warga diimbau tidak menyentuh ataupun memindahkan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Jika menemukan benda mencurigakan, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.










