Data Flightradar24 Pastikan Pesawat PK-THT Jenis ATR 42-500 Hilang di Maros–Pangkep

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAROS.BONEKU.COM,– Misteri hilangnya pesawat milik PT Indonesia Air Transport dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar mulai menemui titik terang. Pesawat yang sempat disebut sebagai ATR 400 itu dipastikan bukan jenis tersebut, melainkan pesawat tipe ATR 42-500.

Kepastian itu diperoleh berdasarkan data Flightradar24, layanan pelacakan penerbangan global berbasis aplikasi yang memantau pergerakan pesawat secara real-time di seluruh dunia. Dalam rekaman jejak penerbangan, terlihat jelas bahwa pesawat yang dilaporkan hilang kontak merupakan ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT.

Data Flightradar24 menunjukkan, pesawat ATR 42-500 PK-THT tengah menjalani penerbangan dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta (JOG) menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport tersebut lepas landas sesuai jadwal pada pukul 08.08 WIB.

Baca Juga:  Semangat Juang Tak Terbendung, POGTI Sulsel Ukir Prestasi di FORNAS VIII

Usai mengudara, pesawat bergerak melintasi Pulau Jawa, kemudian menyeberangi Laut Jawa menuju Sulawesi Selatan. Dalam sistem pelacakan, pesawat menggunakan kode tipe AT45 dengan nomor seri pabrik (MSN) 0611. Pesawat ini diproduksi pada Oktober 2000, sehingga telah berusia sekitar 25 tahun.

Pada fase terakhir penerbangan yang terekam Flightradar24, pesawat ATR 42-500 yang dipiloti oleh Capt. Andy Dahananto terpantau berada di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di antara Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, sebelum akhirnya hilang dari radar.

Baca Juga:  Dari Makassar ke Istana: Perjalanan Aliah dan Nadhif Kibarkan Merah Putih di Hari Kemerdekaan

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan bahwa tim pencarian dan pertolongan (SAR) telah dikerahkan menuju lokasi terakhir pesawat terdeteksi.

“Berdasarkan informasi dari AirNav Indonesia Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), pesawat diperkirakan berada di wilayah antara Maros dan Pangkep,” ujar Andi Sultan.

Namun demikian, Andi Sultan menjelaskan bahwa upaya pencarian sempat dihentikan sementara dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan keterbatasan jarak pandang, terutama menjelang malam hari.

Baca Juga:  Bupati Bone Andi Asman Resmikan Sekolah Rakyat, Fasilitasi Anak Kurang Mampu

“Kita masih gerakkan dulu anggota ke kaki Gunung Bulu Saraung. Selanjutnya kita lihat kondisi cuaca, kalau memang memungkinkan, pencarian tetap kita laksanakan,” tegasnya.

Hingga kini, operasi SAR masih terus disiapkan untuk dilanjutkan. Harapan besar menyertai setiap langkah tim di lapangan, sementara masyarakat menanti kabar terbaru dari upaya pencarian pesawat yang hilang di langit Sulawesi Selatan tersebut. (*)

Berita Terkait

Peduli Kesehatan Perempuan, TP PKK Sulsel Gelar Vaksinasi HPV Gratis di Makassar
Pembobol Brankas Youtuber Bone Mengaku Beraksi Sejak 2018, Awali Aksi dengan Berdoa
Pembobol Brankas Youtuber Bone Ditangkap, Polisi Ungkap 33 TKP Pencurian di Sulsel
Serdik Sespimmen Polri Muliati Dorong Penguatan Kepemimpinan Berbasis Strategi SFAS
243 Petugas Siap Menyisir Soppeng, Sensus Ekonomi 2026 Resmi Bergulir
Sebut Rakyat Berjuang Sendiri, WIB Pertanyakan Kemana DPRD Bone
Wabup Soppeng Tunjukkan Komitmen Kuat, Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Demi Masa Depan Daerah
Pengukuran Lahan Objek Eksekusi di Bone Ricuh, Warga Blokade Jalan dan Bentrok dengan Aparat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:23 WITA

Peduli Kesehatan Perempuan, TP PKK Sulsel Gelar Vaksinasi HPV Gratis di Makassar

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:12 WITA

Pembobol Brankas Youtuber Bone Mengaku Beraksi Sejak 2018, Awali Aksi dengan Berdoa

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:05 WITA

Pembobol Brankas Youtuber Bone Ditangkap, Polisi Ungkap 33 TKP Pencurian di Sulsel

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:18 WITA

Serdik Sespimmen Polri Muliati Dorong Penguatan Kepemimpinan Berbasis Strategi SFAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:39 WITA

243 Petugas Siap Menyisir Soppeng, Sensus Ekonomi 2026 Resmi Bergulir

Berita Terbaru