Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan memperjuangkan anggaran revitalisasi Pasar Rakyat Kampiri di Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengusulkan pembangunan pasar tersebut hingga ke tingkat kementerian di pemerintah pusat.
Alief Kurniawan yang juga dikenal dengan sebutan Sahabat Akur, mengatakan revitalisasi pasar tidak hanya sebatas memperbaiki fasilitas tempat berjualan, tetapi juga bertujuan menciptakan pusat aktivitas ekonomi yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
“Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki tempat berjualan, tetapi bagaimana pasar ini bisa ditransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat yang lebih nyaman dan tertata, sekaligus mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Alief.
Ia menjelaskan, aspirasi pembangunan Pasar Kampiri merupakan salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh para pedagang dan masyarakat di wilayah tersebut.
Karena itu, pihaknya melalui Komisi II DPRD Wajo telah mengusulkan program pembangunan pasar tersebut kepada kementerian terkait di pemerintah pusat agar mendapat dukungan anggaran dari APBN.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat memberikan dukungan dan bantuan anggaran untuk pembangunan Pasar Kampiri. Usulan ini sudah kami sampaikan dan saat ini terus kami perjuangkan agar dapat terealisasi,” katanya.
Menurutnya, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan atau revitalisasi Pasar Kampiri mencapai sekitar Rp3,5 miliar. Ia berharap usulan tersebut dapat masuk dalam alokasi APBN sehingga pembangunan dapat dilakukan pada tahun anggaran 2026–2027.
Alief juga menegaskan bahwa pembangunan pasar yang representatif sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan aktivitas jual beli serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Semoga usulan ini dapat terwujud dengan dukungan anggaran dari APBN, sehingga aspirasi para pedagang dan masyarakat di Pasar Kampiri bisa terpenuhi,” tutupnya. (*)
Penulis : Rangga
Editor : Admin Redaksi











