Sulsel Masuk 6 Besar Nasional, Ekonomi Tumbuh dan Lapangan Kerja Bertambah

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,BONEKU.COM,— Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen (year-on-year) pada triwulan I 2026. Pertumbuhan ini diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja serta perbaikan kualitas pekerjaan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Aryanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kinerja ekonomi daerah yang tetap kuat.
“Provinsi Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 6,88 persen (y-on-y),” ujar Aryanto di Kantor BPS Sulawesi Selatan, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pada triwulan I 2026, perekonomian Sulawesi Selatan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp191,28 triliun (atas dasar harga berlaku).
Selain itu, BPS Sulawesi Selatan juga merilis sejumlah indikator lain, termasuk data ketenagakerjaan Februari 2026 dan Indeks Ketimpangan Gender 2025.
Jumlah penduduk bekerja di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 4,75 juta orang, meningkat sekitar 170,90 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Dari sisi kualitas pekerjaan, proporsi pekerja penuh waktu meningkat menjadi 62,49 persen atau naik sekitar 5,05 persen poin. Sementara itu, tingkat setengah pengangguran turun menjadi 6,17 persen dari sebelumnya 8,05 persen, yang mencerminkan pergeseran menuju pekerjaan yang lebih stabil dan produktif.
Struktur ekonomi Sulawesi Selatan masih ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi 23,71 persen.
Selain sebagai kontributor utama ekonomi, sektor pertanian juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yakni sekitar 34,06 persen atau setara 1,62 juta orang. Hal ini menegaskan peran strategis sektor pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan.
Secara nasional, Sulawesi Selatan masuk dalam enam besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2026, berada di atas sejumlah provinsi besar seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta.
Kontribusi Sulawesi Selatan terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 3,10 persen, memperkuat posisinya sebagai salah satu motor utama ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis sektor riil.
Penguatan sektor pertanian, hilirisasi komoditas unggulan, serta peningkatan konektivitas infrastruktur menjadi strategi utama dalam memperkuat daya tahan ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Berbagai program strategis seperti penguatan kemandirian benih melalui Program Mandiri Benih serta hilirisasi pertanian terus didorong untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang mencapai 6,88 persen ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan yang difokuskan pada sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja mulai memberikan hasil nyata. Pemerintah Provinsi akan terus menjaga momentum ini agar pertumbuhan tetap berkualitas dan inklusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel akan terus memperkuat program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas karena diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja dan perbaikan struktur pekerjaan.
Peningkatan pekerja penuh waktu serta penurunan setengah pengangguran menjadi sinyal bahwa pertumbuhan mulai berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, konsistensi kebijakan berbasis sektor riil, penguatan ekonomi desa, serta perluasan kesempatan kerja akan menjadi kunci menjaga tren positif ini sekaligus mempercepat transformasi ekonomi Sulawesi Selatan menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing. (*)
Baca Juga:  Launching Kebun MBG Terintegrasi, Gubernur Sulsel: SPPG Wajib Serap Pangan Lokal

Berita Terkait

Berhasil Renegosiasi PI Migas 2,5% Jadi 10%, Gubernur Andi Sudirman: Alhamdulillah untuk Sulsel
Pemprov Sulsel Tegaskan Alsintan di Gudang Tani Makmur Bisa Dipinjamkan ke Petani
Lepas 28 Penerima Beasiswa Luar Negeri, Andi Sudirman Harap Kembali Mengabdi di Sulsel
Gubernur Sulsel Tegaskan Insentif Fiskal dari Pusat untuk Kepentingan Masyarakat
Pemprov Sulsel Diganjar Dua Penghargaan Sekaligus Pemda Berprestasi Batch II dari Kemendagri 2026
Rakor Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi, Bima Arya Tekankan Penguatan Potensi Daerah
Jufri Rahman: Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Perlu Diperkuat Lewat Kolaborasi Antarwilayah
RSUD Labuang Baji Berikan Layanan Katarak Gratis, dari Operasi hingga Pascoperasi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:30 WITA

Pemprov Sulsel Tegaskan Alsintan di Gudang Tani Makmur Bisa Dipinjamkan ke Petani

Sabtu, 19 September 2026 - 19:09 WITA

Lepas 28 Penerima Beasiswa Luar Negeri, Andi Sudirman Harap Kembali Mengabdi di Sulsel

Sabtu, 19 September 2026 - 15:13 WITA

Gubernur Sulsel Tegaskan Insentif Fiskal dari Pusat untuk Kepentingan Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 13:07 WITA

Pemprov Sulsel Diganjar Dua Penghargaan Sekaligus Pemda Berprestasi Batch II dari Kemendagri 2026

Jumat, 18 September 2026 - 23:51 WITA

Rakor Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi, Bima Arya Tekankan Penguatan Potensi Daerah

Berita Terbaru