Peresmian jembatan ditandai dengan prosesi pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti yang disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bone, Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus, Dandenpom, Wakil Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, serta sejumlah anggota DPRD Bone dari wilayah Bone Barat.
Jembatan yang dibangun melalui bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025/2026 tersebut menelan anggaran sebesar Rp6,813 miliar. Infrastruktur ini menggunakan konstruksi girder baja komposit dengan panjang 30 meter dan lebar 6 meter.
Kehadiran jembatan permanen ini disambut antusias masyarakat setempat. Pasalnya, selama bertahun-tahun warga harus menyeberangi sungai menggunakan jembatan bambu sederhana yang rawan rusak dan berbahaya, terutama saat debit air meningkat. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju pusat ekonomi, pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang selama ini menjadi harapan besar masyarakat di wilayah tersebut.
“Ini merupakan bukti nyata perhatian dan keseriusan Bapak Bupati Bone dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengenang kondisi akses di wilayah tersebut saat dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Camat. Ia mengaku pernah merasakan langsung sulitnya melintasi sungai menggunakan jembatan bambu.
“Akses jalan ini sudah saya rasakan sejak masih menjadi Sekretaris Camat. Bahkan pada saat Pemilu, saya pernah melewati sungai ini menggunakan jembatan bambu yang sangat sederhana,” kenangnya.
Bupati Bone menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, namun harus mampu menyentuh masyarakat di daerah terpencil.
“Pemerintah tidak hanya bekerja di pusat kota saja, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat desa. Infrastruktur seperti ini menjadi bagian dari visi pembangunan BerAmal yang berkeadilan,” tegasnya.
Selain meresmikan jembatan, Bupati Bone juga menyempatkan diri meninjau kondisi sekolah di sekitar lokasi. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta agar kebutuhan fasilitas pembelajaran digital segera diusulkan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi pelajar di wilayah Kecamatan Bengo.
Dengan diresmikannya Jembatan Alekale, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, aktivitas ekonomi meningkat, serta akses pelayanan dasar bagi warga dapat berjalan lebih optimal.










