Dugaan Penipuan Rekrutmen Catut Nama Satpol PP Sulsel, Masyarakat Diminta Waspada

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM,–   Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan tidak pernah membuka proses rekrutmen resmi anggota Satpol PP sebagaimana informasi yang berkembang di tengah masyarakat dan pemberitaan media. Penegasan ini disampaikan merespons dugaan praktik pembayaran dengan iming-iming menjadi anggota Satpol PP Sulsel.

Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwien Azis, mengatakan secara kelembagaan persoalan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan institusi Satpol PP Sulsel karena tidak pernah ada proses perekrutan tenaga non-ASN di lingkup Satpol PP Sulsel.

“Yang pasti secara kelembagaan tidak bisa dikaitkan dengan Satpol PP karena tidak ada rekrutmen tenaga non-ASN sejak semua sudah terdata dalam database untuk diangkat PPPK,” ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, proses perekrutan aparatur sipil negara memiliki mekanisme resmi dan tidak dilakukan melalui Satpol PP.

“Padahal rekrutmen ASN ada mekanismenya dan bukan di Satpol PP prosesnya, tetapi di BKD. Segala bentuk perekrutan bukan melalui Satpol PP, melainkan melalui BKD sebagai instansi yang berwenang dalam proses rekrutmen,” katanya.

Baca Juga:  BKD: Redistribusi 800 Nakes untuk Optimalkan SDM Pelayanan Kesehatan

Menurut Arwien, sejak terbitnya edaran Kementerian PAN-RB, pemerintah tidak lagi membuka perekrutan tenaga honorer. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan institusi pemerintah dengan modus menjanjikan kelulusan atau pengangkatan setelah menyerahkan sejumlah uang.

“Sesuai dengan edaran Kemenpan-RB sudah tidak ada perekrutan tenaga honorer dan Satpol PP Sulsel tidak pernah mengumumkan adanya perekrutan,” jelasnya.

Satpol PP Sulsel juga menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait kepegawaian pemerintah daerah hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan instansi berwenang.

Terkait adanya pihak yang merasa dirugikan, Satpol PP Sulsel menyampaikan keprihatinan dan mendorong agar korban segera menempuh jalur hukum sehingga persoalan dapat diproses secara objektif dan tuntas.

“Kita turut prihatin dengan kejadian ini dan kita harapkan korban segera melapor ke polisi agar oknum bisa ditindak sesuai dengan kesalahannya,” kata Andi Arwien Azis.

Baca Juga:  Dorong Swasembada Pangan, Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Benih ke Soppeng dan Sidrap

Pihak Satpol PP Sulsel juga menyatakan siap mendukung aparat penegak hukum dalam proses penelusuran maupun penyelidikan apabila dibutuhkan.

Ia menegaskan komitmen menjaga integritas kelembagaan dan memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai ketentuan yang berlaku serta tidak terlibat dalam praktik yang merugikan masyarakat.

Kabid Bina Masyarakat Satpol PP Sulsel, A. Rizki Melta S, menambahkan bahwa persoalan yang kembali mencuat tersebut merupakan kejadian lama yang terjadi pada tahun 2022 dan tidak berkaitan dengan kepemimpinan Satpol PP Sulsel saat ini di bawah Andi Arwien Azis.

Menurutnya, dugaan praktik tersebut dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan nama institusi untuk kepentingan pribadi dan tidak mewakili institusi.

Ia mengatakan, sejak pergantian kepemimpinan di internal Satpol PP Sulsel, langkah pembenahan dan penertiban internal terus dilakukan secara menyeluruh.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Perintahkan BKD Fasilitasi Dua ASN Asal Lutra

Satpol PP Sulsel juga memastikan tidak ada lagi proses perekrutan anggota baru setelah persoalan tersebut terungkap pada 2022.

Menanggapi persoalan yang kembali diperbincangkan, Satpol PP Sulsel menegaskan bahwa dugaan penipuan dengan modus tersebut juga sempat mencuat di 2024 dan oknum bersangkutan atau oknum yang sama dipastikan sudah tidak lagi berada di lingkungan Satpol PP Sulsel.

Satpol PP Sulsel mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi perekrutan yang mengatasnamakan instansi pemerintah agar tidak menjadi korban praktik penipuan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terperdaya dengan iming-iming oknum yang menjanjikan penerimaan atau kelulusan,” kata Rizki.

Satpol PP Sulsel menegaskan tidak mentoleransi praktik yang mencederai kepercayaan publik serta memastikan pembenahan internal dan pengawasan akan terus diperkuat guna mencegah kejadian serupa berulang. (*)

Penulis : Amal

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

49 Ruas Jalan Program MYP Pemprov Sulsel Dalam Tahap Pengerjaan
Satu Komando! Riswan Rusandy Temui Bambang Haryadi, Satria Bone Siap Menangkan Gerindra
Audiens Bersama Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Sulsel: PSEL Mamminasata Temui Titik Terang, Siap Masuk Tahap Lelang Ulang
Dua Ranperda Strategis Disiapkan untuk Memperkuat Fiskal Daerah dan Layanan Penjaminan UMKM
Lima Bupati Aktif Resmi Pimpin DPC Gerindra di Sulsel, Dasco Pimpin Langsung Pengukuhan
Hadiri Rakekornas APINDO 2026, Gubernur Sulsel Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Pengusaha Perkuat Ekonomi
Gubernur Sulsel Sambut Seminar Nasional KDKMP, Dorong Koperasi Desa Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:44 WITA

49 Ruas Jalan Program MYP Pemprov Sulsel Dalam Tahap Pengerjaan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:58 WITA

Satu Komando! Riswan Rusandy Temui Bambang Haryadi, Satria Bone Siap Menangkan Gerindra

Kamis, 6 Agustus 2026 - 01:53 WITA

Audiens Bersama Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Sulsel: PSEL Mamminasata Temui Titik Terang, Siap Masuk Tahap Lelang Ulang

Kamis, 6 Agustus 2026 - 01:21 WITA

Dua Ranperda Strategis Disiapkan untuk Memperkuat Fiskal Daerah dan Layanan Penjaminan UMKM

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Lima Bupati Aktif Resmi Pimpin DPC Gerindra di Sulsel, Dasco Pimpin Langsung Pengukuhan

Berita Terbaru

News

Enam Ketua TP PKK Kecamatan di Soppeng Dilantik

Kamis, 6 Agu 2026 - 15:53 WITA