BONE, BONEKU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone kembali menuai polemik. Salah satu orang tua siswa dari Miftahusaadah Tahfidz School, melayangkan protes keras terkait kualitas makanan yang dikirim dari Dapur MBG Macanang. Ia mengeluh makanan yang disajikan buruk, asal jadi, bahkan Ia mengaku nasinya sudah basi dan menyebabkan anak-anak mengalami muntaber.
Namun, tuduhan ini langsung dibantah tegas oleh pihak pengelola. Kepala SPPG Macanang, Putri, memberikan penjelasan resmi terkait kronologi masalah tersebut dan menegaskan bahwa makanan yang disalurkan sebenarnya masih layak dikonsumsi.
Salah satu orang tua siswa melalui pesan WhatsApp menyampaikan kekecewaannya dengan nada tinggi. Ia mengaku sudah berkali-kali menyampaikan keluhan namun tak ada perubahan berarti.
“Itu dapur Macanang Palm Three aslinya nda pernah bagus makanannya, asal kerja saja. Semua sekolah yang dibawakan dari sana keluhannya sama, bahkan sampai ada anak-anak yang muntaber. Sudah saya sampaikan juga karena sudah terlalu parah, masak nasinya saja sudah basi masih dikirim ke sekolah?” ungkap orang tua tersebut.
Keluhan ini diklaim tidak hanya terjadi di satu sekolah saja, melainkan dirasakan oleh seluruh institusi pendidikan yang menjadi tanggung jawab dapur pengelola tersebut. Mulai dari rasa makanan yang tidak enak, porsi kurang, hingga kekhawatiran keamanan pangan yang membuat anak-anak jatuh sakit.
Merespons isu yang beredar, Kepala SPPG Macanang, Putri, menjelaskan secara rinci langkah yang telah diambil pihaknya begitu menerima laporan adanya nasi yang diklaim basi. Ia menegaskan timnya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan fakta.
“Kronologinya begini: Ada satu orang tua siswa yang melapor dan komplain soal nasi yang katanya basi. Begitu ada laporan masuk, tim kami langsung turun ke lapangan sampai mengecek sisa nasi yang dikembalikan, dan kami sempat coba cicipi di sore hari saat pengecekan. Hasilnya, nasi tersebut masih layak dikonsumsi, tidak ada tanda-tanda kerusakan,” jelas Putri melalui pesan WhatsApp.
Lebih lanjut Putri menegaskan, setelah pengecekan tersebut dan sampai saat ini, tidak ada laporan lanjutan maupun komplain serupa yang masuk baik dari pihak Miftahusaadah Tahfidz School maupun dari sekolah-sekolah lain yang menjadi wilayah layanan dapur Macanang. Menurutnya, isu ini hanya berasal dari satu laporan yang sudah ditindaklanjuti dan dibuktikan kebenarannya di lapangan.
“Sampai saat ini sekolah tersebut bahkan sekolah lain tidak ada yang komplain lagi mengenai nasi basi tersebut. Kami selalu berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dikirim ke anak-anak,” tambahnya.
Polemik ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Di satu sisi ada kekhawatiran orang tua terkait kesehatan anak, namun di sisi lain pengelola memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan maupun Dinas terkait mengenai hasil verifikasi atau pengecekan independen terhadap kualitas makanan di Dapur Macanang. Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk memastikan program strategis pemerintah ini benar-benar aman, bergizi, dan bebas dari masalah yang merugikan siswa.(*)
Penulis : Achyl
Editor : Admin Redaksi










