BONE.BONEKU.COM – Sejumlah buruh yang bekerja pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, mempertanyakan keterlambatan pembayaran upah yang disebut telah berlangsung lebih dari tiga pekan.
Para pekerja mengaku pembayaran gaji yang sebelumnya dijanjikan dilakukan setiap dua minggu sekali, hingga kini belum mereka terima. Kondisi tersebut memicu para buruh ramai-ramai mempertanyakan hak mereka kepada pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut pada Jumat malam.
Salah seorang buruh yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, keterlambatan pembayaran upah sangat memberatkan para pekerja, terutama mereka yang berasal dari luar Pulau Sulawesi dan menggantungkan kebutuhan hidup dari penghasilan tersebut.
“Sudah tiga minggu ini terlambat gaji, Pak. Kasihan teman-teman buruh yang berasal dari luar Pulau Sulawesi. Mereka butuh biaya hidup, begitu juga keluarga mereka yang menunggu kiriman uang,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini pekerjaan pembangunan tetap berjalan normal meski para buruh belum menerima upah sesuai jadwal.
Ia menambahkan, para pekerja telah beberapa kali meminta penjelasan terkait keterlambatan pembayaran gaji. Namun, pihak yang bertanggung jawab selalu menyampaikan alasan bahwa dana dari pusat belum dicairkan.
“Alasannya selalu sama, katanya dananya belum cair dari pusat. Padahal saat awal bekerja, perjanjiannya pembayaran upah dilakukan setiap dua minggu sekali. Sekarang sudah lebih dari tiga minggu belum ada pembayaran sama sekali,” katanya.
Keterlambatan tersebut membuat para pekerja berharap persoalan ini segera mendapat perhatian sehingga hak mereka dapat segera dipenuhi. Mereka menegaskan tuntutan yang disampaikan bukan untuk menghentikan pekerjaan, melainkan agar pembayaran upah dilakukan sesuai kesepakatan awal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pihak yang bertanggung jawab terkait penyebab keterlambatan pembayaran upah para buruh. Redaksi boneku.com masih berupaya meminta konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dan akan memperbarui pemberitaan setelah mendapatkan tanggapan dari pihak terkait. (*)
Penulis : Heri
Editor : Admin Redaksi










