Catatan Si Anak Petani: Mimpi Besar dari Desa Terpencil di Kabupaten Bone

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE.BONEKU.COM – Terlahir dari keluarga petani di sebuah desa terpencil di Kabupaten Bone bukanlah alasan bagi Muhamad Akbar Pamonroi untuk membatasi cita-citanya. Justru dari hamparan sawah, lumpur, dan peluh kedua orang tuanya, ia belajar tentang arti kerja keras, kejujuran, kesabaran, serta keyakinan bahwa setiap mimpi dapat diraih oleh siapa saja.

Melalui tulisan inspiratif bertajuk “Catatan Si Anak Petani”, Akbar mengajak generasi muda untuk tidak menjadikan latar belakang keluarga sebagai penghalang dalam meraih masa depan. Baginya, asal-usul bukanlah penentu kesuksesan, melainkan tekad, usaha, dan doa yang terus mengiringi setiap langkah.

“Aku anak petani, tapi mimpiku tak berhenti di sawah. Aku bermimpi setinggi langit, bekerja sekeras tanah, dan berserah sekuat doa.”

Baca Juga:  Bupati Bone Tinjau Lokasi Pelabuhan Umum Tonra, Proyek Rp1,7 Triliun Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Baru

Kalimat sederhana itu menjadi cerminan perjalanan hidupnya. Sejak kecil, Akbar tumbuh di lingkungan pedesaan dengan menyaksikan kedua orang tuanya bekerja tanpa mengenal lelah mengolah sawah demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Pengalaman tersebut membentuk karakter yang tangguh sekaligus menanamkan keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk mengubah masa depan.

“Saya lahir sebagai anak petani dari desa terpencil di Kabupaten Bone. Saya bangga dengan latar belakang itu karena dari sanalah saya belajar tentang kejujuran, kerja keras, kesabaran, dan pentingnya tidak pernah menyerah. Mimpi setiap anak tidak ditentukan oleh tempat ia dilahirkan, tetapi oleh tekad dan usahanya untuk terus maju,” tutur Muhamad Akbar Pamonroi.

Baca Juga:  1000 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan Aksi Demo Tolak Kenaikan PBB-P2

Menurut Akbar, tidak ada alasan bagi anak-anak petani untuk merasa rendah diri. Sebaliknya, kehidupan di tengah keluarga petani justru menjadi sekolah pertama yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.

Disiplin, tanggung jawab, kegigihan, dan semangat pantang menyerah adalah bekal yang lahir dari keseharian membantu orang tua di sawah. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi dalam mengejar pendidikan, membangun karier, hingga mengabdikan diri kepada masyarakat.

Baca Juga:  Bahtiar Parenrengi: Sepeda Lipat dan Amalan Berlipat

Bagi Akbar, profesi petani bukan sekadar pekerjaan, melainkan kehormatan. Dari tangan para petanilah kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, sehingga setiap anak petani patut berbangga atas asal-usulnya.

Melalui “Catatan Si Anak Petani”, ia berharap semakin banyak generasi muda, khususnya yang berasal dari pelosok desa, berani memupuk mimpi setinggi mungkin tanpa melupakan akar kehidupan yang telah membesarkan mereka.

“Jangan pernah malu menjadi anak petani. Justru dari tanah tempat kita berpijak itulah kita belajar berdiri tegak. Teruslah bermimpi, teruslah belajar, dan buktikan bahwa anak desa juga mampu berkarya, menginspirasi, dan memberi manfaat bagi bangsa,” pesannya. (*)

Berita Terkait

Penggeledahan Gabungan Digelar di Lapas Watampone, 15 Kamar WBP Diperiksa
TP PKK Sulsel Dorong KISAK Jadi Gerakan Bersama, Tertib Administrasi Dimulai dari Keluarga
Gali Pondasi Rumah, Buruh Bangunan di Bone Temukan 3 Bahan Peledak Diduga Masih Aktif
Jalan Tanete-Tanaberu Bulukumba Mulai Mulus, Warga Rasakan Dampak Program MYP Sulsel
Gubernur Sulsel Tinjau Aliran Primer Sungai Saddang Pinrang-Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela
Bukan Sekadar Jalan Pagi, Bupati Bone Temui Wali Kota Parepare dan Suntik Semangat Tim Bone Beramal FC
Insiden Berdarah di Cina, Mertua dan Menantu Terlibat Duel hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Menteri Ara Beri Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Apresiasi Komunikasi Gubernur Andi Sudirman

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:14 WITA

Penggeledahan Gabungan Digelar di Lapas Watampone, 15 Kamar WBP Diperiksa

Rabu, 23 September 2026 - 19:42 WITA

TP PKK Sulsel Dorong KISAK Jadi Gerakan Bersama, Tertib Administrasi Dimulai dari Keluarga

Rabu, 23 September 2026 - 19:33 WITA

Gali Pondasi Rumah, Buruh Bangunan di Bone Temukan 3 Bahan Peledak Diduga Masih Aktif

Senin, 21 September 2026 - 19:33 WITA

Jalan Tanete-Tanaberu Bulukumba Mulai Mulus, Warga Rasakan Dampak Program MYP Sulsel

Minggu, 20 September 2026 - 16:15 WITA

Gubernur Sulsel Tinjau Aliran Primer Sungai Saddang Pinrang-Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela

Berita Terbaru