BONE, BONEKU.COM — Kasus seorang perempuan yang disebut sempat mengamuk dan menendang jeriken dalam antrean BBM di salah satu SPBU di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kini memasuki tahap penanganan oleh Unit Ekonomi Satreskrim Polres Bone.
Perempuan berinisial LN tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah diduga terlibat keributan di SPBU Cina. Dalam peristiwa itu, LN disebut marah-marah hingga menendang sejumlah jeriken yang sedang menunggu antrean pengisian BBM.
Kanit Ekonomi Polres Bone, Ipda Yobel Arihta, mengatakan pihaknya telah mengambil keterangan dari LN terkait kejadian tersebut.
Namun, penyelidikan masih berlanjut. Polisi berencana memanggil sejumlah saksi lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa yang terjadi di SPBU tersebut.
“Kemarin sudah kami ambil keterangan yang bersangkutan. Saat ini kami masih mau surati saksi-saksi lainnya,” ungkap Ipda Yobel, Sabtu (15/8/2026).
Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi ketika LN diduga marah-marah dan menendang sejumlah jeriken yang sedang berada dalam antrean pengisian BBM.
Peristiwa itu menjadi perhatian karena saat kejadian terdapat sejumlah personel kepolisian dari Polsek Cina di sekitar lokasi.
Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk latar belakang keributan, persoalan antrean, serta keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi.
Keterangan dari sejumlah saksi nantinya akan menjadi bagian penting bagi polisi dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Manajer SPBU Cina, Sudarman, sebelumnya membenarkan adanya keributan tersebut. Berdasarkan laporan operator yang bertugas saat kejadian, LN diduga terlibat keributan karena persoalan antrean.
Menurut Sudarman, LN diduga hendak mengambil antrean yang belum menjadi gilirannya sehingga terjadi ketegangan dengan orang lain yang lebih dahulu berada dalam antrean.
“Yang bersangkutan ini ingin menyerobot antrean orang lain, sementara antreannya belum tiba waktunya,” ungkap Sudarman, Jumat 14/8/2026.
Ia menyayangkan kejadian tersebut dan berharap seluruh konsumen mengikuti mekanisme antrean yang berlaku agar proses pengisian BBM dapat berjalan tertib serta tidak memicu perselisihan.
Peristiwa tersebut juga kembali memunculkan sorotan terhadap pengawasan aktivitas pengisian BBM di SPBU Cina.
Masyarakat menilai persoalan antrean, khususnya pengisian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah banyak, perlu mendapat pengawasan lebih ketat agar tidak menimbulkan konflik antar-konsumen.
Terlebih, aksi LN disebut terjadi ketika terdapat aparat kepolisian di sekitar lokasi. Kondisi tersebut menjadi pertanyaan bagi masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dan pengaturan antrean di SPBU.
Meski demikian, seluruh dugaan terkait peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian. Unit Ekonomi Polres Bone kini masih menunggu keterangan dari para saksi sebelum menentukan langkah lebih lanjut terhadap perkara tersebut. (*)










