BONE.BONEKU.COM, — Kebakaran hebat menggemparkan permukiman warga di Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap rumah-rumah panggung milik warga yang mayoritas terbuat dari material kayu.
Teriknya matahari ditambah hembusan angin yang cukup kencang membuat api semakin sulit dikendalikan. Dalam waktu singkat, sedikitnya 11 rumah terdampak, dengan 9 rumah dilaporkan ludes terbakar hingga rata dengan tanah, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga hingga kini masih berjibaku di lokasi untuk melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kabid Pencegahan Damkar Bone, Ir Akbar, mengatakan petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan.
“Sementara kami masih berjibaku melakukan pendinginan di lokasi kejadian. Sembilan rumah terbakar dan dua terdampak, total 11 rumah,” kata Akbar.
Besarnya kobaran api membuat warga sekitar panik. Mereka berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah sebelum api semakin membesar.
Di tengah kepanikan akibat kebakaran tersebut, muncul informasi mengenai adanya korban jiwa.
Seorang warga yang berada di lokasi menyebut terdapat satu korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut. Korban disebut berjenis kelamin laki-laki dan bernama Hasan, berusia sekitar 40 tahun.
“Iye, ada satu korban jiwa, dan saat ini sudah berhasil di evakuasi menggunakan mobil ambulans,” ungkap seorang warga di lokasi.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai korban jiwa tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dari mana sumber api dan bagaimana kebakaran tersebut bisa dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga.
Petugas bersama pemerintah setempat juga masih melakukan pendataan terhadap rumah yang terbakar maupun terdampak, termasuk jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal serta kerugian material akibat kejadian tersebut. (*)










