Bunga dan Interaksi Sosial Yang Terpuruk

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2020 - 01:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Pinggir: Bahtiar Parenrengi
BONEKU.COM-Kini musim bunga, kata sahabat saya saat menikmati kopi+jalangkote, di Kedai 191. Itu memiliki arti bahwa kita dalam kondisi baik-baik saja. Kondisi dimana, kita tetap menikmati suasana yang penuh keakraban. 
Bunga adalah simbol, yang oleh banyak orang mengartikan sebagai simbol ungkapan cinta. Memberi bunga tentu sebagai ungkapan bathin yang tulus. 
Ketulusan hati memang sangat diharapkan. Ketulusan hati membuat hati tenang. Tenang dalam bersikap dan berinteraksi sosial. 
               ***
Corona merebak, bunga pun mekar dimana2. Musim bunga kata sahabat saya. Karena bunga bisa membuat adem dan romantis. 
Para pengagumnya, 
Bunga memiliki filosofi yang cukup banyak. Diantaranya, Tidak Over Akting.
Bunga mengajarkan manusia untuk tidak pura-pura. Bunga akan tetap harum walaupun tidak mengatakan dirinya bunga. Wangi atau harum Bunga akan tetap terendus atau tercium meskipun tidak kibas-kibaskan dirinya.
Begitulah seharusnya manusia menjalani hidupnya. Tidak usah over akting mengatakan aku begini, aku begitu. Kalau memang harum, pastilah tercium aromanya.
               ***
Bunga, sering menjadi nama bagi seseorang. Tentu menjadi sebuah harapan yang baik, ketika orang tua memberi nama tersebut. Seperti Bunga Citra Lestari, Bunga Ros, Bunga Tang dan nama bunga lainnya. 
Harapan tentu besar, bahwa anak perempuan yang bernama bunga, hidupnya akan menjadi indah. Harum mewangi dan menjadi perhatian banyak orang. Itulah harapan. 
Namun, Bunga dalam Hindu memiliki dua fungsi utama. Yang pertama bunga sebagai simbol Tuhan (Siwa) atau Sang Hyang Widhy Wasa. 
Kemudian yang kedua adalah sebagai sarana persembahan. Bunga sebagai simbul Tuhan diletakkan di ujung cakupan tangan pada saat menyembah dan sesudahnya bunga tersebut diletakkan di atas kepala atau disumpingkan di telinga. Bunga sebagai sarana persembahan maka bunga dipakai mengisi sesajen.
Islam tentu tak melarang kita untuk memelihara bunga. Gunanya, tentu bukan untuk sesajian dalam peribadatan. Karena setiap agama, memiliki tata cara peribadatan. Memiliki norma dalam beribadah. 
Bunga, kini lagi musim. Bisalah menjadi obat tak kala imun tak menentu. Bisa menjadi penenang bathin saat mendengarkan penderita covid 19 semakin melonjak. 
Musim bunga, tentu bisa menjadi daya pendorong untuk saling sapa, saling berinteraksi satu sama lainnya. Karena covid 19 telah mengobrak abrik tali silaturrahmi. Interaksi sosial terbatas dan perekonomian sangat berimbas. 
Bunga. Buatlah hatimu menjadi berbunga-bunga. Buatlah pikiranmu menjadi teduh, adem, sehingga selalu berpikir kreativ dan berpikir sehat. 
Karena bunga, bukan hanya membuat pekarangan menjadi lebih cantik, akan tetapi dapat memberikan nilai sosial dan dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga. Paling tidak, bisa menjadi solusi  interaksi sosial yang terpuruk. Semoga.(*)
Baca Juga:  Turnamen Bone Rally Fury Perebutkan Hadiah Rp5,2 Juta

Berita Terkait

Diduga Intimidasi Aktivis, Kader HMI Bone Diserang OTK Bermasker
Bantuan Rp15 Miliar Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang
Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan, Pemprov Sulsel Total Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500
Data Flightradar24 Pastikan Pesawat PK-THT Jenis ATR 42-500 Hilang di Maros–Pangkep
Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros
Pemkab Bone Dukung Rencana Seismik 2D dan Sumur Eksplorasi di Tahun 2026
Kenang Teman Seangkatan, Bupati Bone Hadiri Pemakaman Alumni SMAN Lappariaja
Dedikasi Tanpa Batas, Brimob Bataliyon C Turun Tangan Bangun Jembatan Penghubung Tiga Desa di Soppeng

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 03:27 WITA

Diduga Intimidasi Aktivis, Kader HMI Bone Diserang OTK Bermasker

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:18 WITA

Bantuan Rp15 Miliar Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:05 WITA

Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan, Pemprov Sulsel Total Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:58 WITA

Data Flightradar24 Pastikan Pesawat PK-THT Jenis ATR 42-500 Hilang di Maros–Pangkep

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:31 WITA

Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros

Berita Terbaru

Hukrim

Aksi Pencurian Gabah di Bone Terekam Jelas Kamera CCTV

Sabtu, 7 Feb 2026 - 16:59 WITA