Banjir Bone Utara (Ulasan singkat tentang mitigasi Bencana)

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2020 - 11:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dray Vibrianto (Kalaksa BPBD Bone)

BONEKU.COM-Saat ini kawasan Bone Utara utamanya di sepanjang DAS Walanae sedang dilanda musibah banjir yang mengakibatkan rusaknya lahan pertanian dan sebagian daerah terisolasi akibat putusnya akses jalan. Parahnya lagi banjir akibat luapan sungai walanae dapat berlangsung berbulan bulan sehingga memberikan kerugian bagi masyarakat seperti kesulitas air bersih, munculnya penyakit dll
Banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai walanae terjadi hampir setiap tahun sehingga sebagian masyarakat yang mendiami wilayah DAS Walanae menjadikan fenomena tersebut sebagai hal yang biasa. Bahkan dengan kearifan lokal mampu menentukan jadwal tanam berdasarkan prakiraan waktu air sungai walanae meluap.
Namunpun demikian banjir tetaplah bencana yang membawa banyak kerugian sehingga perlu langkah langkah strategis untuk mengendalikan dan mengatasinya. Sebelum menentukan strategi pengendalian banjir di wilayah Bone Utara langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan mitigasi penyebab banjir tahunan di wilayah Bone Utara.
Sebagaimana kita ketahui DAS Walanae adalah sebuah sistem ekologi sungai yang tidak bisa terlepas dari sistem danau tempe dan sistem ekologi sungai sungai yang masuk ke sistem danau Tempe.
Danau tempe sendiri adalah danau purbakala terluas ke dua di sulawesi selatan. Ada lebih 20 aliran sungai yang masuk ke sistem danau tempe sayangnya keluarnya hanya di sungai palime/walanae Bone. Itulah sebabnya banjir di DAS sungai  walanae di Bone utara sangat dipengaruhi luapan air kiriman dari danau tempe.
Rusaknya ekosistem dihulu sungai yang mengalir ke danau tempe dengan membawa lumpur membuat setiap tahun danau tempe  mengalami sedimentasi dan pendangkalan kurang lebih 10cm, kondisi rusaknya ekologi danau tempe dan elevasi yang kurang dari 3° ke sungai palime/walanae membuat laju aliran air  ke laut tidak begitu cepat. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya DAS Walanae akibat aktifitas disepanjang DAS Walanae memperparah keadaan sehingga banjir begitu mudah terjadi di DAS Walanae.
Oleh sebab itu penanganan banjir di Bone Utara tidak mungkin hanya dilakukan di DAS Walanae tetapi harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu, danau tempe dan DAS Walanae itu sendiri. Salah satu cara yang logis dilakukan adalah :
1. memperbaiki Ekologi DAS sungai2 yang masuk ke danau tempe
2. Melakukan upaya normalisasi ekosistem danau tempe
3. Memperbaiki ekosistem DAS Walanae..
Atau dengan mengurangi aliran sungai yang masuk ke danau tempe dengan cara membuat kanal yang mengalirkan air sungai ke laut tanpa masuk ke sistem danau tempe.
Selama penanganan banjir di DAS Walanae tidak dilakukan secara terintegrasi dan selama kita tidak mampu menjaga ekologi sungai sungai yang masuk ke danau tempe serta melakukan normalisasi danau tempe, maka apapun penanganan banjir di Bone Utara atau Di DAS Walanae tidak akan efektif masyarakat kita akan tetap menghadapi potensi ancaman bencana banjir akibat luapan danau tempe.(*)
Baca Juga:  Tutup Pasar Ramadhan Sukses, Selle : Denyut Nadi Perekonomian

Berita Terkait

Bungkam Sekian Lama, CV Ardal Raya Buka Suara: Klaim Lengkap Perizinan dan Selalu Sediakan APD
Meski Sudah Disidak, Kelangkaan BBM Subsidi di Bone Belum Usai, ToMas Desak Penambahan Kuota dan Pengawasan Ketat
Desakan Cabut Izin Tambang Lampoko Menggema, WIB Diskusi Tak Cukup, Perlu Tindakan Tegas
KPK Tinjau Proyek MYP Rp3,7 Triliun Sulsel, Sejumlah Ruas Jalan di Pinrang, Sidrap, dan Wajo Dievaluasi
Masyarakat Bone Sambut Kapolres Baru, Berharap Lanjutkan dan Tingkatkan Kinerja yang Telah Dirintis Pendahulunya
URC Satreskrim Polres Bone Bongkar Pencurian Aset PLN Bernilai Miliaran Rupiah
Pengurus Masjid Resah, Remaja Diduga Berkali-kali Bobol Celengan Masjid di Bone
Menuju APBD 2027 Yang Berkualitas, Bupati Soppeng Sampaikan Rancangan KUA-PPAS

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:37 WITA

Bungkam Sekian Lama, CV Ardal Raya Buka Suara: Klaim Lengkap Perizinan dan Selalu Sediakan APD

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:38 WITA

Meski Sudah Disidak, Kelangkaan BBM Subsidi di Bone Belum Usai, ToMas Desak Penambahan Kuota dan Pengawasan Ketat

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:29 WITA

Desakan Cabut Izin Tambang Lampoko Menggema, WIB Diskusi Tak Cukup, Perlu Tindakan Tegas

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:54 WITA

KPK Tinjau Proyek MYP Rp3,7 Triliun Sulsel, Sejumlah Ruas Jalan di Pinrang, Sidrap, dan Wajo Dievaluasi

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:59 WITA

Masyarakat Bone Sambut Kapolres Baru, Berharap Lanjutkan dan Tingkatkan Kinerja yang Telah Dirintis Pendahulunya

Berita Terbaru