Perusahaan Aice di Bone Kembali Berulah, Puluhan Karyawan Mengadu ke Disnaker Bone

- Jurnalis

Senin, 19 Agustus 2024 - 16:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah karyawan PT Janus Global saat mendatangi Disnaker Bone

Sejumlah karyawan PT Janus Global saat mendatangi Disnaker Bone

BONE,BONEKU.COM,– PT. Janus Global Trade yang merupakan distributor Aice Ice Cream untuk Wilayah kabupaten Bone kembali diadukan ke Dinas Ketenagakerjaan oleh puluhan karyawan yang merasa dipekerjakan tidak sesuai dengan Standar Operasional layaknya suatu perusahaan pada umumnya.

Salah satu karyawan yang ditemui di Kantor Disnaker Bone mengatakan bahwa ada beberapa hal yang diadukan oleh sejumlah karyawan Aice diantaranya upah mereka yang mendadak diturunkan dan tidak sesuai dengan UMP.

“Tanggal 15 Agustus kemarin mendadak ada informasi dari perusahaan bahwa semua gaji sales dan driver itu diturunkan beberapa persen kemudian tanggal 18 keluar lagi informasi bahwa itu sudah diberlakukan,” Kata salah seorang karyawan Aice, Senin 19 Agustus 2024.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa, Aturan awalnya terkait masalah upah/gaji itu sudah sesuai UMP dengan masa kerja 26 hari yang jumlahnya sekitar Rp.3,5 juta, namun aturan baru gaji itu hanya Rp sekitar Rp.2,juta dengan masa kerja tetap sama yaitu 26 hari.

Baca Juga:  SPBU di Bone Disidak Wabup, Pertamina Diminta Normalkan Pasokan

“Tidak hanya itu selain karyawan bekerja melebihi jam kerja juga tidak pernah diberikan upah lembur, ditambah lagi karyawan itu tidak pernah diberikan cuti oleh perusahaan, hanya izin yang diberikan itupun kalau izin gaji kita dipotong,” Tambahnya

“kadang kita baru tiba di kantor itu pukul 23:00 itu dan tidak pernah diberi upah tambahan, parahnya lagi ketika misalkan ada kendaraan yang rusak dan nilainya diatas Rp. 4 juta rupiah kami juga mendapat denda sebesar Rp. 200 ribu per orang kemudian saat kami di denda perusahaan tidak transparansi ke kami denda itu untuk biaya apa,” Kuncinya

Terpisah Kepala Dinas Ketenagakerjaan yang dikonfirmasi melalui salah seorang Staf di bidang Mediator Hubungan Industrial Mursalim mengatakan bahwa ada beberapa pokok permasalahan yang diadukan oleh sejumlah karyawan Aice tersebut.

Baca Juga:  Terjatuh di Muara Sungai Sinjai, ABK KM. Cahaya Madinah Ditemukan Tim SAR Gabungan

“dari semua pembahasan teman-teman tadi kami menangkap beberapa poin penting diantaranya, kontrak kerja yang tidak jelas, kemudian upah atau gaji, BPJS dan tidak diberinya cuti pada karyawan,” Ungkap Mursalim

Menanggapi aduan dari puluhan karyawan PT Janus Global tersebut, pihak Disnaker Bone akan melakukan koordinasi dengan pimpinan atau manajer yang berwenang, bahkan kalau perlu dipertemukan antara para karyawan dan pihak perusahaan.

“Rencananya kita akan mempertemukan kedua belah pihak duduk bersama dan membahas masalah yang ada sehingga bisa tercipta kesepakatan bersama serta semua hak dan kewajiban bisa dilaksanakan,” Tambah Mursalim

Lebih jauh Mursalim mengungkapkan bahwa aduan terkait PT Janus Global ini bukan yang pertama kalinya namun sudah pernah ada aduan sebelumnya dengan kasus yang hampir sama, selain itu pihaknya juga pernah memberikan warning kepada perusahaan karena belum memiliki peraturan perusahaan.

Baca Juga:  Putra Mare Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Komisioner Bawaslu Bone, Nur Alim, Promosi Doktor Besok

“Sejauh ini belum ada peraturan perusahaan yang disetor ke kami, dulu pernah ada draft yang sempat mau diusulkan namun menurut informasi draft tersebut belum di acc oleh pimpinannya, kalau tidak salah tahun lalu itu,” Ucap Mursalim

Semua aduan atau laporan yang disampaikan oleh puluhan karyawan Aice ini akan dibicarakan ulah oleh pihak manajemen perusahaan, namun jika tetap tidak ada solusi maka pihak Disnaker Bone akan melanjutkan ke Bidang Pengawas Ketenagakerjaan.

PT Janus Global Trade yang beralamat di Kelurahan Lonrae Kecamatan  Tanete Riattang Timur bukan yang pertama kalinya diadukan oleh karyawannya sendiri ke Disnaker Bone, namun sebelumnya juga sudah pernah terjadi pada tahun 2019 lalu, pada saat itu Disnaker melakukan mediasi antara manajemen perusahaan dan pihak karyawan. Hingga berita ini diturunkan pihak manajemen PT Janus Global Trade belum berhasil dikonfirmasi.  (*)

Berita Terkait

Warga Bone Isi Puluhan Tandon Demi Air Bersih, Sumur Mengering Diterjang Kemarau
Menuju Kabupaten Digital, Bupati Bone Dorong Super App Satukan Layanan Publik
Irigasi 2,5 Kilometer Dibangun di Bulukumba, 1.200 Hektare Sawah Ditargetkan Terairi
Kemarau Panjang Melanda, Kodim 1407 Gandeng PDAM Wae Manurungnge Bantu Warga Krisis Air
Antrean BBM di SPBU Camming Bone Mulai Terurai, Tak Lagi Mengular hingga 1 Kilometer
Pinjam Mobil Selama Tiga Hari, Pria di Bone Diduga Tak Kembalikan Terios Milik Majikannya
10 Ruas Jalan Raya Ditutup Malam Hari 29-30 September, Demi Kelancaran Gau Maraja
Festival Lampu’ Toae Dibuka, Wabup Bone Dorong Angkue Jadi Destinasi Wisata Pesisir

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:34 WITA

Warga Bone Isi Puluhan Tandon Demi Air Bersih, Sumur Mengering Diterjang Kemarau

Selasa, 29 September 2026 - 22:01 WITA

Menuju Kabupaten Digital, Bupati Bone Dorong Super App Satukan Layanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WITA

Kemarau Panjang Melanda, Kodim 1407 Gandeng PDAM Wae Manurungnge Bantu Warga Krisis Air

Selasa, 29 September 2026 - 11:07 WITA

Antrean BBM di SPBU Camming Bone Mulai Terurai, Tak Lagi Mengular hingga 1 Kilometer

Selasa, 29 September 2026 - 11:04 WITA

Pinjam Mobil Selama Tiga Hari, Pria di Bone Diduga Tak Kembalikan Terios Milik Majikannya

Berita Terbaru