Teguran Dari Langit & Kenormalan Baru

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2020 - 09:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

   
Catatan pinggir:Bahtiar Parenrengi
BONEKU.COM-Beberapa hari lalu, kita telah menobatkan diri menjadi pemenang. Kita telah bertakbir usai ramadhan. Dan melafazkan Allahu Akbar…. Allahu Akbar…  Allahu Akbar pertanda kemenangan sudah diraih. 
Kita menang mengalahkan hawa nafsu. Kita menekan keegoaan untuk tetap berada digaris keIlahian. Kita meraih ketakwaan karena kita menjalani ujian yang dipersembahkan oleh ramadhan. 
Kita tentu bersyukur, kita masih diberi waktu untuk menjalani ramadhan sebulan penuh. Kita diberi waktu untuk merayakan kemenangan di bulan syawal, Idhul Fitri. 
Kita telah diberi rasa nikmat untuk menjalani kehidupan yang fitri, menjadi manusia yang terbebas dari dosa. Jarena esensi Bulan Ramadhan adalah menuntun manusia (beriman)  meraih ketakwaan. 
Ruang-ruang medsos pun dipenuhi acapan saling memaafkan. Ucapan kalau ada dosa, khilaf diantara kita mohon dimaafkan. Maaf lahir & bathin. 
              ***
Tiba-tiba saya mendapatkan undangan dari beberapa group fb. Tentu niatnya adalah diundang untuk bergabung silaturrahmi dalam dunia maya. 
Banyak cuitan-cuitan yang menarik. Banyak senggolan-senggolan yang menggoda. Bahkan banyak pula ungkapan hati ke hati serta ungkapan kebencian turut mengisi ruang-ruang medsos tersebut. 
Kini medsos telah dijadikan salah satu wadah untuk berdebat. Saling singgung. Saling hujat. Padalah Media Sosial salah satu tujuannya, sebagai media komunikasi alternatif untuk masyarakat. Media silaturrahmi. 
Dalam berbagai literasi didapati penjelasan tentang tujuan bermedsos. Seperti, Aktualisasi Diri. Untuk sebagian besar orang, media sosial ialah tempat untuk aktualisasi diri.
Mereka menjunjukkan bakat serta keunikan di media sosial sehingga bisa dilihat banyak orang. Tidak heran mengapa dikala ini banyak artis berlomba- lomba buat terkenal di media sosial mereka.
Tujuan lainnya, Membentuk Komunitas. Komunitas online sangat gampang ditemui saat ini, baik itu di web forum ataupun di web social network yang lain. Medsos jadi wadah tempat berkumpulnya masyarakat online yang mempunyai atensi yang sama untuk berkomumikasi diantara mereka.
Yang lainnya adalah untuk Menjalin Hubungan Pribadi.
Media sosial pula berfungsi penting dalam aktivitas menjalin hubungan pribadi dengan orang lain. Tak heran, banyak pengguna medsos yang menemukan sahabat, pendamping hidup, rekan bisnis, dan yang lainnya. 
Media Pemasaran atau media bisnis juga telah menjadi tujuan dari medsos. Karena bisa kita lihat munculnya berbagai bisnis online dan terpromosi dengan baik. 
                ***
Tiga bulan masa pandemi corona, telah mengajari kita bertahan dibawah tekanan. Kita selalu disodori dengan hidangan berita yang memilukan hati. Orang-orang terpapar virus corona serta kehidupan ekonomi yang terjungkal. 
Setiap saat kita dihidangkan berita yang cukup membuat imun tubuh jeblok. Suasana bathin dan pikiran tertekan karena entah dari mana virus itu memasuki diri kita. 
Dan kini, kita dalam masa melawan kecemasan itu. Saatnya kita keluar dari rasa takut untuk hidup seperti sebelumnya. Kita bangkit dengan slogan New Normal atau Kenormalan Baru. 
Seperti yang dijelaskan dari “Badan bahasa”, New Normal sudah memiliki istilah Indonesia yaitu Kenormalan Baru. Kata Normal sebetulnya dalam bahasa Inggris sudah dijadikan nomina makanya jadi New Normal. 
Kita harus bergerak cepat untuk melawan keterpurukan. Mengambil langkah untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait. Kita harus kuat dan berjuang hidup berdampingan dengan corona.  Karena menurut Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman menyatakan bahwa, virus corona tidak akan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama. 
Karena itu, istilah berdampingan lebih tepat digunakan daripada berdamai dengan virus corona.
Dan yang perlu dilakukan adalah mengenali virus tersebut untuk bisa mencegah penularannya.
Kini saatnya sadar diri. Bergerak atau memilih berdiam diri dirumah dan terpuruk. Bergerak keluar dengan gaya baru. Keluar dengan berbekal masker, hand sanitizer dan sarung tangan. 
Tetaplah jaga jarak tapi hati jangan. Hati tetap terjabat erat karena lebih jujur dibanding sebuah jabat tangan.Dengan hati yang bersih niscaya akan melahirkan pikiran dan tindakan yang baik pula. 
Dengan hati yang bersih, tentu akan memfilter berita yang baik atau tidak. Berita yang benar atau hoax. 
Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh kalian terdapat segumpal daging; bila ia baik, maka akan baik seluruh badannya. Namun bila ia rusak, akan rusak pula semua tubuhnya. Ingatlah, itu adalah hati. 
Koreksi dan sadar diri tentu sangat perlu. Diri kita ini harus memahami ketakberdayaan melawan virus. Sehingga kita bisa hidup dalam suasana kenormalan baru. Hidup normal dalam suasana kefitrian, usai menjalankan puasa ramadhan. 
Cukuplah kesemua cobaan ini adalah Teguran dari Langit. Teguran sebelum langit runtuh. Wallahu a’lam….
Baca Juga:  Fahsar Jadi Pengemudi Harvester Saat Panen Padi

Berita Terkait

47 Kasus Narkoba Dibongkar dalam Dua Pekan, Kapolres Bone: 760 Jiwa Berhasil Diselamatkan
Keluarga Klarifikasi Pria Mengamuk di Cina: Tidak Ada Riwayat Gangguan Kejiwaan, Diduga Kesurupan Usai Ziarah Kubur
Panen Padi 10,4 Ton per Hektare, Wagub Sulsel Dukung Penguatan Pertanian Modern di Sidrap
Gubernur Andi Sudirman Pimpin Detik-detik Pengibaran Merah Putih HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi
Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo
Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum
Pasca Gempa M7,7, Polres Sikka Bergerak Cepat Tangani Dampak dan Evakuasi Korban
73 Paskibraka Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tuntaskan Amanah di HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:39 WITA

47 Kasus Narkoba Dibongkar dalam Dua Pekan, Kapolres Bone: 760 Jiwa Berhasil Diselamatkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:42 WITA

Keluarga Klarifikasi Pria Mengamuk di Cina: Tidak Ada Riwayat Gangguan Kejiwaan, Diduga Kesurupan Usai Ziarah Kubur

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:26 WITA

Gubernur Andi Sudirman Pimpin Detik-detik Pengibaran Merah Putih HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Dari Dunia Advokat ke Kursi Hakim Agung, Dhifla Wiyani Bawa Pengalaman Panjang di Bidang Hukum

Berita Terbaru