Dugaan Praktik Pelansiran Disorot, Pengguna Truk Keluhkan Pembatasan Solar di SPBU Pakkasalo

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bupati bone saat sidak di SPBU Uloe beberapa waktu lalu.

Foto : Bupati bone saat sidak di SPBU Uloe beberapa waktu lalu.

BONE, BONEKU.COM — Praktik pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga tidak sesuai peruntukan kembali mendapat sorotan pengguna kendaraan. Kali ini, keluhan datang dari pengguna kendaraan yang mengantre pengisian solar di SPBU Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.

Seorang pengguna kendaraan berinisial MS mengaku kecewa setelah mendapat informasi bahwa kendaraan truk hanya diperbolehkan mengisi solar senilai Rp200 ribu.

Keluhan tersebut disampaikan MS setelah dirinya mengantre menggunakan kendaraan truk untuk mendapatkan solar di SPBU Pakkasalo pada Minggu (16/8/2026).

Baca Juga:  Kasatpol PP Bone Ikuti Rakornas Satpol PP di Sumatera Barat

Menurut MS, aturan pembatasan pengisian tersebut dinilai merugikan, terlebih kendaraan miliknya telah mengantre sejak malam hari.

“Masa dibuatkan aturan kalau kami hanya bisa mengisi Rp200 ribu. Sedangkan kami membutuhkan solar yang lebih untuk kendaraan kami. Padahal kami mengantri sejak malam,” keluh MS.

MS juga mempertanyakan dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap kendaraan yang mengantre untuk kebutuhan operasional dengan kendaraan yang diduga digunakan sebagai pelansir BBM.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Sambut 392 Jemaah Haji Kloter 21, Sampaikan Pesan Makna Haji Mabrur

Ia menduga pengelola SPBU lebih memprioritaskan kendaraan pelansir solar dibanding kendaraan yang telah mengantre lebih awal.

“Sepertinya mereka lebih mementingkan para pelansir. Saya juga melihat pekerja SPBU sendiri ikut melansir. Ada kendaraan yang berisi jeriken juga ikut mengantre,” ungkapnya.

Keluhan tersebut menambah sorotan terhadap praktik distribusi BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone. Masyarakat berharap pengelolaan dan penyaluran BBM, khususnya solar bersubsidi, dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Manajer SPBU Cina Angkat Bicara soal Keributan Pelansir BBM, Polisi Pastikan Ada Penanganan

Pengguna kendaraan juga meminta agar tidak ada pihak tertentu yang mendapatkan perlakuan khusus dalam pengisian BBM, terutama jika hal tersebut berpotensi mengurangi hak pengguna lain yang telah mengantre.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Pakkasalo terkait dugaan pembatasan pengisian solar maupun tudingan adanya dugaan prioritas terhadap pelansir. (*)

Berita Terkait

Sulsel Tempati Peringkat IV PPD 2026, Pemprov Perkuat Perencanaan Berbasis Data
Bukan di Ruang Rapat, Fadel Adiyaksa Pilih Silaturahmi Bersama Warga di Pinggir Sungai Saleng
Fatmawati Rusdi Tekankan Pencegahan Stunting dan Edukasi Lingkungan bagi Pelajar Toraja Utara
Diduga Emosi karena Ditolak Bertemu, Suami Bakar Rumah Istri
Gubernur Sulsel Bawa Pengalaman Digitalisasi Keuangan ke Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026
10 Ton Solar Subsidi Terhenti di Bone, Polisi Bongkar Dugaan Pengiriman ke Kolaka
Andi Sudirman Hadiri Perayaan Hari Nasional Arab Saudi, Bertemu Sejumlah Pejabat dan Dubes
Bertemu Dubes Swiss di Kapal Phinisi, Wagub Fatmawati Bahas Rumput Laut, Kopi, dan Kakao

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Sulsel Tempati Peringkat IV PPD 2026, Pemprov Perkuat Perencanaan Berbasis Data

Senin, 28 September 2026 - 13:04 WITA

Bukan di Ruang Rapat, Fadel Adiyaksa Pilih Silaturahmi Bersama Warga di Pinggir Sungai Saleng

Minggu, 27 September 2026 - 00:25 WITA

Fatmawati Rusdi Tekankan Pencegahan Stunting dan Edukasi Lingkungan bagi Pelajar Toraja Utara

Sabtu, 26 September 2026 - 21:11 WITA

Diduga Emosi karena Ditolak Bertemu, Suami Bakar Rumah Istri

Jumat, 25 September 2026 - 20:24 WITA

Gubernur Sulsel Bawa Pengalaman Digitalisasi Keuangan ke Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026

Berita Terbaru