Tentang Pemulung Data

- Jurnalis

Kamis, 3 Desember 2020 - 07:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  Catatan Pinggir:  Bahtiar Parenrengi
BONEKU.COM-Tiba-tiba dapat perintah kantor untuk wawancara dengan NH. Kaget, karena permintaanya mendadak dan hampir sore. Posisi NH (panggilan akrab HAM Nurdin Halid) berada di Kabupaten Soppeng Sulsel. 
Tak ada kata tidak. Saya akhirnya tancap gas ke kota kalong. Tetap berusaha kendalikan diri, saat roda empat yang saya kemudikan berpacu dengan kendaraan lainnya. 
Posisi pasti NH saat itu pun belum jelas, sehingga dalam perjalanan harus menghubungi beberapa kerabatnya. 
Rismono Sarlim, ponakan NH menjadi sasaran telpon utama. Tak henti-hentinya mengarahkan posisi NH yang sibuk kampanye saat itu (Pilgub Sulsel 2018).
Akhirnya, saya menemui NH disalah satu warung kopi yang tidak jauh dari Masjid Raya Soppeng. Kesan familiar saat melihat kedatangan saya. “Eh… kapan tiba dari Bone”, sapa NH. 
“Baru tiba dan saya khusus datang untuk menemui kita untuk wawancara”, ungkap saya singkat. NH sesekali menikmati kopi dihadapannya. Bahkan NH memperlihatkan kepiawaiannya membuat kopi, sebelum mewawancarainya terkait Setya Novanto. 
               ***
Kisah merajut data tentu sangat beragam. Karena ibarat pemulung, jurnalis sangat telaten memungut data. Tak begitu gampang. 
Merajut data tentu tak gambang. Punya kemampuan ataupun keahlian untuk merajutnya menjadi sebuah berita. Sehingga tentu tak mudah untuk memasuki dunia yang penuh tantangan tersebut. 
Menjadi pemulung data sangatlah tak mudah. Harus merangkai data sehingga dapat memberi kabar yang tak bolong. Tak basi dan terlebih menjadi busuk. 
Pemulung terkadang mendapat tantangan. Mendapat ocehan, cemohan bahkan teror. Dan begitulah resiko pemulung, yang terkadang mendapat penghargaan yang tak setimpal. 
Seperti yang pernah dialami oleh sahabat saya Andi Asdar, saat menjadi wartahan Harian Pedoman Rakyat tahun 2000 silam. Asdar yang sering membuat berita yang tajam pada zamannya, harus dijemput pihak berwenang. 
Begitupun pengalaman yang dialami oleh Andi Asdar, saat menjadi wartawan Pedoman Rakyat. Ada yang tak lazim. Dia dijemput mobil patroli saat beritanya dianggap menohok.
Pengalaman di tahun 2000 tersebut, telah membuatnya banyak pengalaman dan kian dewasa hingga mampu mendirikan Harian Lokal Tribun Bone.
Hal yang sama juga pernah dialami beberapa kali para sahabat Tabloid Bone Pos. Tabloid yang saya inisiasi pendiriannya di tahun 2000 tersebut punya cerita yang tak kalah menariknya. Dan itulah dinamika jadi pemulung yang bahasa kerennya Jurnalis.
                 ***
Tahun 2011 silam,  Nurdin Halid yang menjabat Ketua PSSI menjadi sorotan media. Dinamika ditubuh organisasi persepakbolaan Indonesia ini terus menghangat. 
NH terus digoyang dan pada akhirnya ‘dikudeta’. Saat itu, NH sangat sulit ditemui para pewarta. Entah ia memilih bungkam atau memilih tenang dibalik suhu panas yang menerpa PSSI. 
Entahlah. NH memilih pulang kampung menemui sahabat dan keluarganya. Yang lebih penting lagi, melakukan ziarah kuburan bapaknya tercinta. 
Saat itu, saya mencegatnya seusai bertemu dengan sahabat dan keluarga dilantai dua rumahnya. Bersama seorang jurnalis Harian Tribun Timur,  Surtan, mencoba mewawancarainya. 
Penolakan secara halus diperlihatkan NH. Dia meminta salah seorang saudanya untuk mewakilinya berbicara soal PSSi. Saat wawancara berlangsung dengan saudaranya, NH tiba-tiba nyeletuk dan kamera yang saya pakai otomatis langsung bergeser. Kamera langsung merekam penyataan NH. Dan rekaman itu menjadi trending tofik
Nyali, ini sangat penting. Keberanian pun tentu sangat dibutuhkan. Karena tanpa keduanya, niscaya bisa menemukan informasi yang akurat.
Menemui sumber sangatlah penting artinya. Terlebih sesuatu yang sangat urgen. Kendala tentu akan banyak dihadapi, namun itu merupakan pelengkap, pemanis sebagai pemulung data. 
Mungkin pemulung baik adalah pemulung yang tau data yang didapatnya adalah data yang baik. Tau aturan dan taat kaidah. Tetaplah menghormati sumber dan berusaha menyajikan berita sebaik mungkin.(*)
Baca Juga:  KPU Goes To School, Sasar Pemilih Pemula

Berita Terkait

TP PKK Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Edukasi B2SA dan Rumah Pangan
Polres Soppeng Ajak Masyarakat Ramaikan Car Free Day dalam Semarak Hari Bhayangkara ke-80
Wagub Sulsel Apresiasi Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian”, Dinilai Jadi Inspirasi bagi Masyarakat
Surat Permohonan RDPU WIB soal Pembahasan CSR Belum Ada Jawaban dari Pimpinan DPRD Bone
Berkeliaran di Paccing, ODGJ Asal Bainang Akhirnya Dipindah, Warga Paccing Pernah Rugi Bahkan Masuk Sel
Gubernur Sulsel Groundbreaking Rehabilitasi Irigasi Bontonyeleng, Optimalkan Pengairan 1.200 Hektare Sawah
Camat Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Pesisir Kampung Bajo
Gubernur Sulsel Sambut 392 Jemaah Haji Kloter 21, Sampaikan Pesan Makna Haji Mabrur

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:43 WITA

TP PKK Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Edukasi B2SA dan Rumah Pangan

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:34 WITA

Polres Soppeng Ajak Masyarakat Ramaikan Car Free Day dalam Semarak Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:53 WITA

Wagub Sulsel Apresiasi Buku “BupAAS: Jalan Pengabdian”, Dinilai Jadi Inspirasi bagi Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:27 WITA

Surat Permohonan RDPU WIB soal Pembahasan CSR Belum Ada Jawaban dari Pimpinan DPRD Bone

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:31 WITA

Berkeliaran di Paccing, ODGJ Asal Bainang Akhirnya Dipindah, Warga Paccing Pernah Rugi Bahkan Masuk Sel

Berita Terbaru