Masjid Nol Rupiah

- Jurnalis

Jumat, 23 April 2021 - 00:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan pinggir:    Bahtiar Parenrengi

BONEKU.COM-Dalam percakan di group WhatsApp, muncul beberapa cerita tentang masjid. Group yang digagas sejumlah sahabat kampus, memang selalu menampilkan percakapan santai, santun dan intelek.
Masjid, menjadi percakapan diawal puasa tahun ini. Selain mengirimkan narasi yang berbobot ilmiah, juga mengirimkan foto masjid yang menyejukkan mata.
Satu hal yang menarik, ketika seorang sahabat mengirimkan  sebuah foto dan keterangan foto yang singkat. Masjid Jogokariyan.
Keberadaan masjid ini banyak menarik perhatian. Berawal dari sebuah langgar kecil di Kampung Pinggiran Selatan Yogyakarta, Masjid Jogokariyan terus berusaha membangun Ummat dan Mensejahterakan Masyarakat.  
Logo Masjid Jogokariyan terdiri dari tiga bahasa. Arab, Indonesia, dan Jawa. Ini adalah wujud dari semangat kami, untuk menjadi Muslim yang salih seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya.
                ***
Masjid adalah rumah tempat ibadah bagi umat Islam atau Muslim. Masjid berarti tempat sujud. Kita di Indonesia, apalagi di kampung halaman seperti Bone, pengertian Masjid bisa juga berkonotasi mushala, langgar atau surau. 
Namun Masjid menurut Emha Ainun Najib, Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunya
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu.
Mungkin dalam konteks inilah, Masjid 
Jogokariyan menjadi sebuah masjid yang mendunia. Walau berada disebuah perkampungan, Masjid ini menyita perhatian.
Berawal dari sepetak tanah wakaf, masjid ini berdiri. Pembangunannya bertahap. Awalnya masjid ini hanya terdiri dari sebuah bangunan inti saja. Baru kemudian berkembang, setelah tahun 2006, pengurus masjid mendirikan Islamic Center di sisi timur bangunan utama.
Di Islamic Center Masjid Jogokariyan inilah segala kegiatan pelayanan jamaah banyak dilakukan.
Ada 28 divisi yang bekerja. Di antaranya biro klinik, biro kaut, dan komite aksi untuk umat.
                ***
Masjid adalah rumah Tuhan. Siapapun membangun atau menjaganya niscaya mendapatkan balasan amal yang tak sedikit.
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Karena Surga balasannya, maka tak sedikit kaum muslim menyumbangkan sebagian hartanya. Tak sedikit diantara mereka mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid, mushola atau langgar.
Namun demikian, tak sedikit pula ada masjid, mushola atau langgar yang terbengkalai pembangunannya. Tak sedikit pula ada masjid pengurusnya terbelah. Pengurusnya saling curiga, pun tak bertegur sapa.
Dinamika kepengurusan selalu terjadi. Itulah dinamika berbeda pendapat. Berbeda cara pandang dan berbeda cara memanfaatkan isi kotak amal. 
Isi kotak amal terkadang menjadi pemicu perbedaan pendapat. Terkadang menjadi ajang tanding antara masjid. Saling tanding saldo dalam pengumuman saldo mingguan atau bulanan. Padahal tak ada salahnya saldo masjid menjadi nol rupiah.
Isi kotak amal bisa saja dipakai beramal.  Bisa dipakai membantu warga miskin yang lagi tertimpa musibah. Tak ada salahnya  dijadikan dana stimulan bagi remaja masjid ataupun jamaah agar perekonomiannya bangkit. Pun ada baiknya bangun fasilitas toilet yang memadai, hingga warga yang kepepet buang hajat tidak kecewa akibat pintunya terkunci.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan, sepanjang kebaikan. Masjid menjadi pusat aktivitas. Bukan dijauhi oleh warga. Masjid seharusnya menjelma menjadi rumah Tuhan, yang menampakkan Rahman-rahim. Menampakkan kedamaian dengan nuansa surgawi. Semoga.(*)
Baca Juga:  221 Ribu Hektare Sawit Sitaan Kejagung Resmi Dititipkan ke BUMN

Berita Terkait

Bantuan Rp15 Miliar Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang
Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan, Pemprov Sulsel Total Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500
Data Flightradar24 Pastikan Pesawat PK-THT Jenis ATR 42-500 Hilang di Maros–Pangkep
Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros
Pemkab Bone Dukung Rencana Seismik 2D dan Sumur Eksplorasi di Tahun 2026
Kenang Teman Seangkatan, Bupati Bone Hadiri Pemakaman Alumni SMAN Lappariaja
Dedikasi Tanpa Batas, Brimob Bataliyon C Turun Tangan Bangun Jembatan Penghubung Tiga Desa di Soppeng
Bupati Bone Bersama Aliansi Pemuda Bersatu Bahas Ketahanan Pangan dan Pelestarian Budaya

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:18 WITA

Bantuan Rp15 Miliar Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:05 WITA

Lebih dari 1.000 Personel Dikerahkan, Pemprov Sulsel Total Dukung Operasi Pencarian ATR 42-500

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:58 WITA

Data Flightradar24 Pastikan Pesawat PK-THT Jenis ATR 42-500 Hilang di Maros–Pangkep

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:31 WITA

Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Wilayah Maros

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:59 WITA

Pemkab Bone Dukung Rencana Seismik 2D dan Sumur Eksplorasi di Tahun 2026

Berita Terbaru

Hukrim

Aksi Pencurian Gabah di Bone Terekam Jelas Kamera CCTV

Sabtu, 7 Feb 2026 - 16:59 WITA