Plt. Kepala Dinas PUPR Wajo, Andi Pameneri,
WAJO.BONEKU.COM,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, Sulawesi Selatan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akhirnya merespons sorotan warga dan anggota DPRD Wajo terkait buruknya sistem drainase di Jalan Kartika Chandra Kirana, tepatnya di depan RSUD Lamaddukelleng.
Sorotan tersebut sebelumnya disampaikan oleh masyarakat Kota Sengkang serta anggota DPRD Wajo Fraksi Partai Gerindra Komisi IV, Rahman Rahim. Mereka menilai kondisi drainase yang tidak optimal menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan air saat musim penghujan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Wajo, Andi Pameneri, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (8/1/2026), menyampaikan bahwa penanganan drainase tersebut telah masuk dalam target kerja prioritas tahun 2026.
“Untuk tahun 2026 ini, drainase yang selama ini menjadi sorotan dan diindikasikan sebagai penyebab genangan air di sekitar Jalan Kartika Chandra Kirana, tepatnya di depan RSUD Lamaddukelleng, akan segera dilakukan normalisasi dan dikerjakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah memasukkan penanganan drainase tersebut ke dalam tahap perencanaan. Adapun lokasi yang menjadi prioritas penanganan meliputi drainase sepanjang Jalan Kartika Chandra Kirana, mulai dari depan PMI hingga arah lampu merah Kelurahan Lamaddukelleng menuju Kelurahan Atakkae.
“Penanganan saluran drainase di titik-titik tersebut menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini,” tutup Andi Pameneri, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Pemkab Wajo.
Sebagaimana diketahui, kawasan Jalan Kartika Chandra Kirana dan area sekitar RSUD Lamaddukelleng selama ini kerap mengalami genangan air saat musim hujan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius warga serta wakil rakyat di DPRD Wajo karena dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan kesehatan. (*)