Jelang Pilkada 2026, SMSI Bahas Wacana Pilkada Lewat DPRD

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.BONEKU.COM,– Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2026, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” di Press Club Indonesia, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai alternatif terhadap mekanisme Pilkada langsung.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, menegaskan bahwa demokrasi tidak semata-mata dimaknai sebagai prosedur pemungutan suara langsung, melainkan juga harus menjamin stabilitas pemerintahan serta efektivitas pembangunan daerah.

Baca Juga:  Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Dikabarkan Diundur Hingga Maret 2025

Menurutnya, mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang pernah diterapkan di masa lalu memiliki keunggulan dari sisi stabilitas politik. Model tersebut, kata Yuddy, masih berpeluang untuk dirumuskan kembali dengan pendekatan yang lebih demokratis, transparan, dan akuntabel.

“Demokrasi harus mampu melahirkan pemerintahan yang stabil dan efektif, bukan hanya sekadar prosedur elektoral,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Guru Besar Ilmu Pemerintahan STIK, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto. Ia menilai problem utama Pilkada langsung saat ini terletak pada tingginya biaya politik serta lemahnya sistem kaderisasi partai politik. Dalam konteks tersebut, pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai lebih efisien dan berpotensi meminimalkan praktik transaksional, sepanjang dirancang dengan mekanisme pengawasan yang ketat.

Baca Juga:  Presiden RI Prabowo Subianto Menerima Surat Kepercayaan dari 8 Duta Besar

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Taufiqurokhman, mengingatkan bahwa Pilkada langsung tetap memiliki keunggulan utama berupa legitimasi kuat karena mandat diperoleh langsung dari rakyat. Kendati demikian, ia menilai diskursus mengenai Pilkada melalui DPRD tetap relevan sebagai upaya menekan praktik politik uang dan meningkatkan kualitas kepemimpinan daerah.

Baca Juga:  Setelah Nafa Urbach & Ahmad Sahroni, Kini Eko Patrio-Uya Kuya Kena Giliran

Melalui simposium ini, SMSI menegaskan bahwa wacana Pilkada melalui DPRD dapat menjadi salah satu opsi kebijakan ke depan, dengan catatan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi, transparansi, akuntabilitas, serta nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

Berita Terkait

Usai Hadiri WEF Davos 2026, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Senyap Tapi Menyala : Langkah Strategis RMS Tinggalkan Nasdem dan DPR-RI
Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Andi Amran Sulaiman
Kemenkeu Tak Beri Kepastian, Apdesi Bone Minta Komisi XI Bertindak Tegas
APDESI Bone Datangi Kemenkeu, Desak Pencairan Dana Desa Tahap II Dipercepat
Bone Masuk 5 Besar Nasional Produksi Beras Tertinggi
ULM Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus di Hari Statistik Nasional 2025

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:47 WITA

Usai Hadiri WEF Davos 2026, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:09 WITA

Senyap Tapi Menyala : Langkah Strategis RMS Tinggalkan Nasdem dan DPR-RI

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:25 WITA

Jelang Pilkada 2026, SMSI Bahas Wacana Pilkada Lewat DPRD

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:59 WITA

Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:44 WITA

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Andi Amran Sulaiman

Berita Terbaru