Kemenkeu Tak Beri Kepastian, Apdesi Bone Minta Komisi XI Bertindak Tegas

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 19:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.BONEKU.COM,– Desakan pencairan Dana Desa Non-Earmark Tahap II semakin menguat. DPC Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bone resmi meminta Komisi XI DPR RI turun tangan menekan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sejak 18 September 2025 menahan pencairan tanpa penjelasan jelas.

Ketua DPC Apdesi Bone, A. Mappakaya Amir, menegaskan penundaan ini sudah masuk kategori krisis. Ribuan desa di seluruh Indonesia, termasuk di Bone, dipaksa tetap menjalankan roda pemerintahan tanpa anggaran yang semestinya sudah mereka terima.

“Sudah lebih dari dua bulan pencairan ditahan tanpa alasan jelas. Desa tetap harus bekerja, program tetap harus berjalan, sementara dananya tidak kunjung turun. Ini sangat menghambat,” tegas Mappakaya.

Baca Juga:  Kuota Terbatas! Ayo Daftar Drag Night Pertama di Sulsel Sekarang

Sebelumnya, rombongan DPRD Kabupaten Bone bersama unsur pemerintah desa melakukan audiensi dengan Kemenkeu pada Jumat, 21 November 2025, guna meminta klarifikasi. Namun, pertemuan itu dinilai mengecewakan.

Menurut Apdesi Bone, pejabat Kemenkeu yang hadir hanya menyampaikan bahwa masalah tersebut merupakan kebijakan level pimpinan, sehingga tidak bisa diputuskan atau dijelaskan dalam forum tersebut. Tidak adanya kejelasan membuat desa semakin terjepit.

Mappakaya Amir memperingatkan bahwa kondisi ini semakin kritis karena sudah memasuki akhir tahun anggaran. Jika pencairan kembali tertunda, sejumlah program prioritas desa terancam gagal terlaksana.

Baca Juga:  Dewan Masjid Indonesia Akan Bangun 10 Masjid di Gaza Pasca Gencatan Senjata

“Pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, hingga operasional pemerintahan desa terhambat. Kalau sampai tidak cair tahun ini, desa yang akan menjadi korban,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pada Senin, 24 November 2025, DPC Apdesi Bone melayangkan surat resmi kepada Sekretariat Komisi XI DPR RI. Dalam surat tersebut, Apdesi meminta Komisi XI segera memanggil Kemenkeu untuk memberi penjelasan dan memastikan pencairan Dana Desa Non-Earmark Tahap II tidak kembali tertunda.

Langkah Apdesi Bone ini mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Umum DPP Apdesi, Arifin Abdul Majid, yang turut mendampingi penyampaian surat tersebut.

Baca Juga:  Garuda Millenial Bone Sembangi Korban Kebakaran di Tibojong

“Ini bukan hanya soal Bone, tetapi menyangkut seluruh desa di Indonesia. Apdesi pusat berdiri mendampingi proses ini untuk memastikan hak desa terpenuhi,” ujar Arifin.

Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada DPC Apdesi Bone yang dinilai responsif dan tegas memperjuangkan hak desa hingga tingkat pusat.

Apdesi Bone berharap Komisi XI DPR RI bergerak cepat, tegas, dan menghadirkan solusi yang berpihak kepada desa.

“Kami berharap Komisi XI bertindak tegas. Desa tidak boleh menjadi korban kebijakan yang tidak jelas,” pungkas Mappakaya Amir. (*)

Berita Terkait

Luwu Utara Bangkit! Infrastruktur, Penerbangan, dan Irigasi Dikebut Pemprov Sulsel
Groundbreaking MYP Irigasi, Langkah Nyata Gubernur Sulsel Tingkatkan Kesejahteraan Petani Luw Raya
Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Operasional untuk Puskesmas Rongkong di Luwu Utara
Pelabuhan Bajoe Ditutup Sementara 1 Mei–1 Juni 2026, Penyeberangan Dialihkan ke Siwa–Kolaka
ASDP Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Penutupan Pelabuhan Bajoe
Harlah ke-2 ASATU, Pemuda Bone Siap Kawal Perubahan dan Perkuat Soliditas Organisasi
Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bulukumba
Di Balik Agenda Formal, Bupati Bone Bersama Sekda Wajo Bahas Masa Depan Energi Daerah

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:10 WITA

Luwu Utara Bangkit! Infrastruktur, Penerbangan, dan Irigasi Dikebut Pemprov Sulsel

Rabu, 29 April 2026 - 11:05 WITA

Groundbreaking MYP Irigasi, Langkah Nyata Gubernur Sulsel Tingkatkan Kesejahteraan Petani Luw Raya

Selasa, 28 April 2026 - 15:29 WITA

Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Operasional untuk Puskesmas Rongkong di Luwu Utara

Selasa, 28 April 2026 - 15:11 WITA

Pelabuhan Bajoe Ditutup Sementara 1 Mei–1 Juni 2026, Penyeberangan Dialihkan ke Siwa–Kolaka

Selasa, 28 April 2026 - 13:16 WITA

ASDP Salurkan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Penutupan Pelabuhan Bajoe

Berita Terbaru