MAROS.BONEKU.COM,– Misteri hilangnya pesawat milik PT Indonesia Air Transport dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar mulai menemui titik terang. Pesawat yang sempat disebut sebagai ATR 400 itu dipastikan bukan jenis tersebut, melainkan pesawat tipe ATR 42-500.
Kepastian itu diperoleh berdasarkan data Flightradar24, layanan pelacakan penerbangan global berbasis aplikasi yang memantau pergerakan pesawat secara real-time di seluruh dunia. Dalam rekaman jejak penerbangan, terlihat jelas bahwa pesawat yang dilaporkan hilang kontak merupakan ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT.
Data Flightradar24 menunjukkan, pesawat ATR 42-500 PK-THT tengah menjalani penerbangan dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta (JOG) menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport tersebut lepas landas sesuai jadwal pada pukul 08.08 WIB.
Usai mengudara, pesawat bergerak melintasi Pulau Jawa, kemudian menyeberangi Laut Jawa menuju Sulawesi Selatan. Dalam sistem pelacakan, pesawat menggunakan kode tipe AT45 dengan nomor seri pabrik (MSN) 0611. Pesawat ini diproduksi pada Oktober 2000, sehingga telah berusia sekitar 25 tahun.
Pada fase terakhir penerbangan yang terekam Flightradar24, pesawat ATR 42-500 yang dipiloti oleh Capt. Andy Dahananto terpantau berada di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di antara Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, sebelum akhirnya hilang dari radar.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan bahwa tim pencarian dan pertolongan (SAR) telah dikerahkan menuju lokasi terakhir pesawat terdeteksi.
“Berdasarkan informasi dari AirNav Indonesia Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), pesawat diperkirakan berada di wilayah antara Maros dan Pangkep,” ujar Andi Sultan.
Namun demikian, Andi Sultan menjelaskan bahwa upaya pencarian sempat dihentikan sementara dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan keterbatasan jarak pandang, terutama menjelang malam hari.
“Kita masih gerakkan dulu anggota ke kaki Gunung Bulu Saraung. Selanjutnya kita lihat kondisi cuaca, kalau memang memungkinkan, pencarian tetap kita laksanakan,” tegasnya.
Hingga kini, operasi SAR masih terus disiapkan untuk dilanjutkan. Harapan besar menyertai setiap langkah tim di lapangan, sementara masyarakat menanti kabar terbaru dari upaya pencarian pesawat yang hilang di langit Sulawesi Selatan tersebut. (*)











