BONE.BONEKU.COM – Proses pengukuran lahan objek eksekusi atau (Constatering) oleh Pengadilan Negeri di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu, berlangsung ricuh. Ratusan warga menolak pelaksanaan pengukuran yang dikawal aparat kepolisian.
Sejak pagi, warga memblokade akses menuju lokasi objek eksekusi dengan menumbangkan pohon dan membentangkannya di tengah jalan. Selain itu, sejumlah warga juga membakar ban bekas sebagai bentuk penolakan terhadap proses pengukuran lahan yang akan dilakukan oleh petugas Pengadilan Negeri.
Situasi semakin memanas ketika aparat bersama petugas pengadilan berupaya memasuki lokasi. Berdasarkan rekaman video amatir warga, terlihat sejumlah massa melempari petugas pengamanan dengan batu. Bahkan, terdapat lemparan petasan dan bom molotov yang diarahkan ke aparat yang berjaga di lokasi.
Menghadapi kondisi tersebut, aparat gabungan dari Polres Bone dan Satuan Brimob melakukan langkah pengendalian massa. Petugas menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang bertahan di sekitar lokasi.
Tidak hanya itu, aparat juga menurunkan kendaraan water canon guna mengurai massa dan membuka akses menuju objek lahan yang akan diukur. Bentrokan antara warga dan aparat berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya situasi mulai terkendali.
Setelah massa berangsur membubarkan diri, petugas Pengadilan Negeri akhirnya dapat melanjutkan proses pengukuran lahan objek eksekusi yang sebelumnya sempat terhambat akibat aksi penolakan warga.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Bone, Kompol Burhanuddin, menjelaskan bahwa pihaknya menduga sebagian orang yang melakukan pelemparan terhadap petugas bukan merupakan warga setempat.
Menurutnya, terdapat pihak dari luar lokasi yang datang dan diduga menghasut masyarakat sehingga situasi menjadi tidak kondusif.
“Ternyata yang melempari kami tadi itu bukan warga sini tapi orang luar, bahkan tadi kami komunikasi dengan tokoh masyarakat di dalam justru mereka meminta maaf dan mengaku terhasut dari pihak luar,” Kata Kompol Burhanuddin.
Meski sempat diwarnai ketegangan, proses pengukuran lahan objek eksekusi akhirnya dapat dilaksanakan. Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan telah kembali kondusif dengan pengamanan yang masih dilakukan aparat kepolisian. (*)










