WAJO.BONEKU.COM,– Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Wajo menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Wajo sebagai bagian dari gerakan serentak nasional yang diinstruksikan oleh Pengurus Besar PMII. Dalam aksi tersebut, PMII menyampaikan sejumlah kritik dan tuntutan terkait evaluasi kinerja pemerintahan serta berbagai program strategis nasional yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Ketua PC PMII Wajo, Yusril Asmar, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan sekadar menyampaikan aspirasi, melainkan mendorong pemerintah agar melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang disoroti mahasiswa.
“Kami dari PC PMII Wajo turun secara serentak atas instruksi PMII Pusat untuk menyuarakan sejumlah isu krusial yang saat ini menjadi perhatian publik. Kami tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga menginginkan adanya tindak lanjut nyata. Ketika ada kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, kami akan mendukung. Namun jika sebaliknya, kami akan tetap hadir untuk mengkritisi,” tegas Yusril dalam orasinya.
Dalam aksinya, PMII Wajo menyoroti efektivitas Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut mereka, jumlah kementerian yang cukup besar perlu dievaluasi dari aspek efisiensi anggaran maupun kompetensi pejabat yang menduduki posisi strategis.
“Persoalan kabinet yang dianggap terlalu gemuk perlu dievaluasi. Apakah struktur yang besar tersebut benar-benar efektif dan efisien? Selain itu, kompetensi pejabat yang menduduki jabatan strategis juga harus menjadi perhatian,” ujar Yusril.
Selain isu kabinet, PMII Wajo juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka mempertanyakan efektivitas pelaksanaan program tersebut, khususnya di Kabupaten Wajo, dan meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.
“Kami mempertanyakan efektivitas pelaksanaan MBG di Kabupaten Wajo. Dengan banyaknya dapur MBG yang telah dibangun, apakah kebutuhan sekolah-sekolah sudah terpenuhi secara optimal? Begitu pula dengan keberadaan KDMP yang perlu dievaluasi. Karena itu, kami meminta dilakukan evaluasi total terhadap Badan Gizi Nasional,” lanjutnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Firmansyah Perkesi, menyatakan komitmennya untuk meneruskan tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat melalui DPR RI.
“Terkait berbagai aspirasi yang disampaikan adik-adik PMII, insya Allah dalam waktu dekat akan kami teruskan ke DPR RI. Ini menjadi bagian dari agenda yang akan kami sampaikan sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dan mahasiswa,” kata Firmansyah.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Sudirman Meru, mengapresiasi aksi yang dilakukan PMII. Menurutnya, gerakan mahasiswa selama ini selalu membawa semangat kemanusiaan dan menjadi bagian penting dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Pergerakan PMII selalu menghadirkan nuansa kemanusiaan dalam setiap perjuangannya. Apa yang disuarakan hari ini juga merupakan keresahan yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Aksi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Melalui aksi tersebut, PMII Wajo berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap berbagai tuntutan yang disampaikan demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (*)
Penulis : Rangga
Editor : Admin Redaksi










