BONE.BONEKU.COM.– Kabupaten Bone bersiap menjadi titik temu ribuan pecinta olahraga domino dari berbagai penjuru Indonesia. Turnamen Domino BerAmal Cup 1 hadir dengan skala yang jauh lebih besar, mempertemukan peserta dari 43 kabupaten/kota yang berasal dari 13 provinsi.
Bukan sekadar adu strategi di atas meja, turnamen ini diproyeksikan menjadi ajang silaturahmi sekaligus panggung untuk memperkenalkan Kabupaten Bone kepada peserta dari berbagai daerah.Peserta yang ambil bagian datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta Utara, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara hingga berbagai kabupaten/kota lainnya dari 13 provinsi.Besarnya animo peserta terlihat dari jumlah slot yang disiapkan.
Panitia menyediakan 1.536 slot peserta reguler serta 64 slot khusus kelas eksekutif.Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan, atmosfer kompetisi dipastikan bakal berlangsung meriah.
Terlebih, turnamen yang digelar selama dua hari tersebut menyediakan total hadiah mencapai Rp300 juta.Besarnya hadiah dan luasnya cakupan peserta menjadikan BerAmal Cup 1 bukan sekadar turnamen domino biasa. Event ini sekaligus menjadi momentum yang berpotensi mengangkat nama Bone ke panggung yang lebih luas.
Di balik persaingan para peserta, kehadiran ribuan orang dari luar daerah juga membawa potensi ekonomi bagi masyarakat Bone.
Peserta dan pendamping yang datang membutuhkan berbagai layanan selama berada di Bone. Mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi hingga kebutuhan lainnya.Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang, pelaku usaha kuliner, jasa transportasi dan sektor usaha lainnya untuk ikut merasakan dampak dari ramainya kegiatan.
Namun, kemeriahan turnamen tersebut tidak lepas dari kerja panjang di balik layar.
Sudirman, S.E. dan H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si. disebut menjadi mentor sekaligus salah satu pusat kontrol dalam mengawal persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.Peran keduanya menjadi bagian dari proses memastikan berbagai tahapan persiapan turnamen berjalan sesuai dengan rencana, mulai dari koordinasi hingga pelaksanaan di lapangan.










