BONE.BONEKU.COM – Siapa sangka, momen sederhana bermain musik di tepi pantai bisa menjadi awal kisah cinta yang mempertemukan dua insan dari negara berbeda.
Itulah yang dialami Armas Astari, pria asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang jatuh hati kepada Elin Elisabet My Lundberg, perempuan asal Swedia. Pertemuan pertama mereka terjadi pada 2020 di Pantai Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tak ada pertemuan yang dirancang secara khusus. Saat itu, Armas sedang menghabiskan waktu bersama teman-temannya sambil bermain musik di tempat tongkrongan mereka di tepi pantai. Tanpa disangka, Elin datang bersama seorang temannya yang berasal dari Lombok.
Dari pertemuan sederhana itulah, cerita mereka bermula.
Armas mengungkapkan, dirinya telah merantau dan menetap di kawasan Gili Trawangan sejak 2016. Kehadiran Elin yang sedang berlibur ke Lombok kemudian mempertemukannya dengan perempuan yang kini menjadi istrinya.
“Dia nongkrong di tempat tongkronganku di pantai pas kita main musik. Nah, di situ saya kenalan sama dia, dikenalkan sama temanku,” kata Armas saat menceritakan awal pertemuannya dengan sang istri, Selasa (13/10/2026).
Setelah berkenalan, Armas mengajak Elin berkeliling untuk menikmati sejumlah tempat di Lombok. Selama sekitar satu pekan, keduanya menghabiskan waktu dengan mengunjungi berbagai lokasi, termasuk kafe dan bar.
Waktu yang relatif singkat itu menjadi awal kedekatan mereka. Namun, masa liburan Elin akhirnya berakhir. Perempuan asal Swedia tersebut harus kembali ke negaranya, meninggalkan Lombok dan perkenalan yang baru saja terjalin.
Jarak ribuan kilometer pun memisahkan keduanya. Armas berada di Indonesia, sementara Elin kembali menjalani kehidupannya di Swedia.
Meski terpisah negara, komunikasi di antara mereka tetap terjalin. Hubungan yang awalnya bermula dari perkenalan di pantai perlahan berkembang hingga keduanya memutuskan membawa kisah cinta itu ke jenjang pernikahan.
Pertemuan yang semula berlangsung tanpa rencana tersebut akhirnya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.
Kisah cinta Armas dan Elin kemudian membawa pria asal Bone itu menjalani kehidupan baru di Eropa. Armas mengungkapkan, dirinya telah tinggal di Swedia sejak 2023.
Kini, ia kembali ke Kabupaten Bone untuk melangsungkan pernikahan sekaligus berlibur.
Kepindahan ke negara asal sang istri tentu menghadirkan pengalaman baru, termasuk dalam hal bahasa. Saat ini, Armas tengah mengikuti pendidikan bahasa Swedia untuk menunjang kehidupannya di negara tersebut.
Menurut Armas, kemampuan berbahasa Swedia menjadi salah satu hal penting bagi warga asing yang ingin bekerja di sana.
Meski masyarakat Swedia juga memahami bahasa Inggris, penguasaan bahasa nasional tetap dibutuhkan untuk menunjang komunikasi sehari-hari dan memenuhi kebutuhan di lingkungan pekerjaan.
Perbedaan bahasa tak lantas menjadi penghalang bagi Armas dan Elin dalam membangun hubungan. Keduanya terbiasa berkomunikasi menggunakan campuran bahasa Inggris dan bahasa Swedia.
Menariknya, Elin juga telah menguasai sedikit bahasa Indonesia.
Perbedaan negara, bahasa, dan latar belakang menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam membangun kehidupan bersama. Berawal dari pertemuan santai di sebuah pantai di Lombok, hubungan Armas dan Elin kini berkembang menjadi kisah cinta lintas negara yang membawa pria asal Bone itu menapaki babak baru kehidupannya di Swedia. (*)










