BONE.BONEKU.COM,— Anggota Komisi XII DPR RI, Andi Muzakkir Aqil, menyalurkan bantuan pemasangan listrik gratis bagi 1.086 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bone dan Wajo, Sulawesi Selatan. Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat prasejahtera.
Program BPBL tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri di rumahnya. Melalui program ini, penerima manfaat memperoleh fasilitas pemasangan listrik baru tanpa dipungut biaya.
Andi Muzakkir Aqil menjelaskan, bantuan yang diberikan mencakup pemasangan instalasi listrik baru lengkap dengan kWh meter, empat titik lampu beserta kabelnya, serta token listrik senilai Rp100 ribu.

“Bantuan ini berupa pemasangan listrik baru lengkap dengan kWh meter gratis, empat titik lampu beserta kabelnya, serta token listrik senilai Rp100 ribu. Program ini memang diperuntukkan khusus bagi masyarakat prasejahtera,” ungkap Andi Muzakkir Aqil saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II tersebut menegaskan, pemerataan akses listrik masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, sejumlah wilayah di daerah pemilihannya masih membutuhkan perluasan jaringan dan peningkatan akses layanan kelistrikan.
Karena itu, ia berkomitmen untuk terus mengawal berbagai usulan terkait kebutuhan listrik masyarakat agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
“Kita akan terus memperjuangkan akses listrik bagi masyarakat di Sulawesi Selatan, khususnya di sembilan kabupaten/kota yang masuk dalam Dapil Sulsel II,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, pelaksanaan program BPBL telah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Berdasarkan laporan dan pemantauan timnya di lapangan, pihak PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Watampone juga telah melakukan pekerjaan pemasangan listrik bagi masyarakat penerima manfaat.
Ia berharap seluruh proses pemasangan dapat berjalan sesuai target sehingga masyarakat segera menikmati akses listrik di rumah masing-masing.

“Insyaallah, pengerjaan pemasangan kWh meter gratis ini akan selesai pada November atau paling lambat akhir tahun. Sekitar 1.086 KK di dua kabupaten, yakni Bone dan Wajo, menjadi penerima manfaat program ini,” pungkasnya.
Program BPBL diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat prasejahtera, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi warga untuk mendapatkan akses energi listrik yang layak.
Dengan tersedianya listrik di rumah, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. (*)










