Rakerda PKK Sulsel: Fokus Stunting, Kekerasan Perempuan-Anak, dan Putus Sekolah

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 01:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM,– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan Tim Penggerak PKK dalam pelaksanaan program-program prioritas di tingkat provinsi hingga desa.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman usai menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Sulsel yang digelar di Baruga Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa, 2 Desember 2025.

Sudirman mengatakan, sinergitas antar-instansi menjadi kunci keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat, terutama karena PKK memiliki struktur organisasi hingga tingkat desa.

Menurutnya, Pemprov telah menyiapkan instruksi khusus kepada OPD terkait untuk menyesuaikan program kerja dengan pedoman yang dikeluarkan pemerintah pusat.

“Tentu kita ada instruksi karena sudah ada juknis dan edaran Kemendagri tentang 10 tugas pokok PKK. OPD yang bersinergi dengan PKK juga sudah jelas, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan, Sosial, dan Kesehatan. Kita tinggal memformatkan kembali rancangan program yang sudah ada,” ujar Sudirman.

Baca Juga:  Pemprov Sulsel dan Pemkab Jeneponto Perkuat Sinergi Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Putus Sekolah

Ia menegaskan bahwa Rakerda PKK juga menjadi ruang evaluasi kinerja sekaligus penyelarasan program secara menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup capaian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Evaluasi kita lakukan menyeluruh. Mana yang berjalan baik, mana yang perlu diperbaiki. Ada juga program yang tidak berjalan karena tidak terlaporkan atau terkendala regulasi. Semua kita identifikasi supaya langkah ke depan lebih terarah,” jelasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina menambahkan bahwa beberapa isu sosial masih menjadi fokus utama mereka.

Baca Juga:  Pendapatan Pajak Sulsel Meningkat, Gubernur Andi Sudirman Beri Apresiasi Wajib Pajak di Gebyar Pendapatan 2026

Ia menyebut pencegahan dan penurunan stunting tetap menjadi prioritas yang dikerjakan intensif melalui Pokja IV.

“Fokus pertama kami menekan angka stunting. Selain itu, kekerasan terhadap anak dan perempuan juga menjadi perhatian besar. Kami ingin memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan ini berjalan di semua kabupaten/kota,” ujar Naoemi.

Ia menambahkan, PKK juga mendorong penanganan anak putus sekolah dan upaya pengentasan kemiskinan melalui program-program yang dijalankan di Pokja I dan Pokja II.

Sementara itu, edukasi mengenai pengolahan sampah disebut sebagai isu yang semakin mendesak, terutama mengingat tingginya volume sampah rumah tangga.

“Edukasi soal pengelolaan sampah harus terus dilakukan karena ini berkaitan langsung dengan kebiasaan keluarga. PKK bekerja sampai tingkat desa, jadi pendekatan yang dilakukan harus menyentuh perubahan perilaku,” katanya.

Baca Juga:  Sekda Sulsel Apresiasi BI Fasilitasi Sulsel Talk Perkuat Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Naoemi menekankan bahwa salah satu strategi PKK untuk memperkuat program-program tersebut adalah dengan mengaktifkan peran perempuan di tingkat keluarga. Menurutnya, perubahan perilaku tidak bisa hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi harus dimulai dari dalam rumah.

“Kami menggerakkan ketua PKK kabupaten/kota dan desa untuk memperkuat edukasi. Pemerintah bisa membuat banyak program, tapi kalau mindset masyarakat tidak berubah, hasilnya tidak akan maksimal. Perubahan itu harus dimulai dari keluarga,” tegasnya.

Dengan penguatan sinergi bersama OPD dan perbaikan tata kelola program, Pemprov Sulsel berharap sejumlah isu sosial yang menjadi agenda PKK dapat ditangani lebih efektif dan merata. (*)

Berita Terkait

Berhasil Renegosiasi PI Migas 2,5% Jadi 10%, Gubernur Andi Sudirman: Alhamdulillah untuk Sulsel
Pemprov Sulsel Tegaskan Alsintan di Gudang Tani Makmur Bisa Dipinjamkan ke Petani
Lepas 28 Penerima Beasiswa Luar Negeri, Andi Sudirman Harap Kembali Mengabdi di Sulsel
Gubernur Sulsel Tegaskan Insentif Fiskal dari Pusat untuk Kepentingan Masyarakat
Pemprov Sulsel Diganjar Dua Penghargaan Sekaligus Pemda Berprestasi Batch II dari Kemendagri 2026
Rakor Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi, Bima Arya Tekankan Penguatan Potensi Daerah
Jufri Rahman: Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Perlu Diperkuat Lewat Kolaborasi Antarwilayah
RSUD Labuang Baji Berikan Layanan Katarak Gratis, dari Operasi hingga Pascoperasi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:30 WITA

Pemprov Sulsel Tegaskan Alsintan di Gudang Tani Makmur Bisa Dipinjamkan ke Petani

Sabtu, 19 September 2026 - 19:09 WITA

Lepas 28 Penerima Beasiswa Luar Negeri, Andi Sudirman Harap Kembali Mengabdi di Sulsel

Sabtu, 19 September 2026 - 15:13 WITA

Gubernur Sulsel Tegaskan Insentif Fiskal dari Pusat untuk Kepentingan Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 13:07 WITA

Pemprov Sulsel Diganjar Dua Penghargaan Sekaligus Pemda Berprestasi Batch II dari Kemendagri 2026

Jumat, 18 September 2026 - 23:51 WITA

Rakor Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi, Bima Arya Tekankan Penguatan Potensi Daerah

Berita Terbaru