WAJO.BONEKU.COM– Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Andi Syariful Aklam Darakutni, Terpilih Secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Wajo dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) PBVSI Wajo yang digelar di Cafe Rumah Tua, Sengkang, Minggu (07/06/2026).
Politisi muda Partai Demokrat tersebut dipercaya memimpin organisasi bola voli di Kabupaten Wajo untuk periode 2026-2030.
Andi Aklam mendapatkan dukungan peserta musyawarah, Turut hadiri acara ini,Perwakilan Pengurus Provinsi PBVSI Sulawesi Selatan serta sejumlah insan olahraga voli di Kabupaten Wajo.
Usai terpilih, Andi Syariful Aklam Darakutni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PBVSI Wajo.
Ia menyadari amanah tersebut bukan tugas yang ringan. Menurutnya, berbagai tantangan besar menanti organisasi, terutama dalam upaya membangun pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi bola voli Kabupaten Wajo di tingkat regional maupun nasional.
“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Wajo. Saya memahami bahwa ada tantangan besar yang akan kita hadapi ke depan,” ujarnya.
Andi Aklam menegaskan, fokus utama yang akan dilakukannya pada tahun pertama kepemimpinannya adalah memperkuat fondasi organisasi. Menurutnya, organisasi yang solid menjadi syarat utama untuk melahirkan prestasi yang berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh keluarga besar PBVSI Kabupaten Wajo dapat bersatu memberikan dukungan, masukan, kritik, dan saran demi kemajuan organisasi ini. Tugas utama saya di tahun pertama adalah bagaimana memperkuat organisasi. Dengan organisasi yang kuat, Insya Allah kita akan mampu melahirkan prestasi yang besar,” katanya.
Ia juga berkomitmen membangun sinergi dengan seluruh pengurus dan pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Wajo untuk mengangkat kembali prestasi bola voli daerah.
Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berprestasi. Dengan manajemen organisasi yang baik dan kerja sama yang solid, berbagai tantangan diyakini dapat diatasi.
“Saya memahami bahwa saat ini ruang fiskal daerah sangat terbatas. Namun saya yakin dengan organisasi yang kuat, kebersamaan, dan komitmen seluruh pengurus, kita mampu menghadapi tantangan tersebut. Yang terpenting bukan hanya mengejar prestasi, tetapi bagaimana organisasi ini mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas untuk masa depan,” ungkapnya.
Aklam juga memohon dukungan dan doa dari seluruh pecinta olahraga voli di Kabupaten Wajo agar kepengurusannya dapat berjalan dengan baik serta mampu membawa PBVSI Wajo menjadi organisasi yang lebih profesional dan berprestasi.
Musyawarah Kabupaten Luar Biasa PBVSI Wajo tersebut menjadi momentum awal kebangkitan olahraga bola voli di Kabupaten Wajo. Dengan kepemimpinan baru, PBVSI Wajo diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet usia dini, meningkatkan kompetisi lokal, serta mengembalikan kejayaan bola voli Wajo di berbagai ajang olahraga. (*)










