Di Balik Video Pencurian Kotak Amal Masjid di Bone, Tersimpan Kisah Pilu Seorang Santri yang Kelaparan dan Rindu Orang Tua

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE.BONEKU.COM – Sosok remaja yang terekam kamera pengawas (CCTV) saat mengambil uang dari kotak amal Masjid Dahlan Wellang, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, akhirnya berhasil diungkap. Di balik aksinya, tersimpan kisah pilu yang menyentuh hati.

Remaja tersebut diketahui berinisial MK (16), seorang anak di bawah umur asal Lampung Utara yang tercatat sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bone.

MK diamankan warga pada Kamis sore setelah kembali mendatangi Masjid Dahlan Wellang. Saat itu, kondisi masjid sudah sepi karena jamaah baru saja selesai melaksanakan salat Asar.

Pengurus Masjid Dahlan Wellang, Adi, mengungkapkan bahwa dirinya memang sengaja memantau kamera CCTV dari rumahnya yang berada tidak jauh dari masjid. Langkah itu dilakukan karena kasus pencurian kotak amal di masjid tersebut telah berulang kali terjadi.

Baca Juga:  Miris! Oknum Kepala Sekolah di Bone Minta Uang ke Guru untuk Tutupi Utang Pribadi

Saat memantau layar CCTV, Adi melihat sosok yang diduga pelaku kembali datang ke area masjid. Tanpa membuang waktu, ia segera menghubungi warga sekitar dan bersama-sama mengamankan remaja tersebut.

“Saya lagi di rumah memang sengaja memantau rekaman CCTV, karena biasanya terduga pelaku datangnya sore setelah salat Asar saat masjid sudah sepi. Saat saya lihat ternyata dia memang datang lagi,” ujar Adi.

Di balik pengungkapan kasus itu, suasana berubah haru setelah MK menyampaikan alasan yang mendorongnya mencuri uang dari kotak amal.

Saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, MK mengaku nekat mengambil uang karena tidak memiliki biaya untuk makan sehari-hari setelah kabur dari pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.

Ia mengaku meninggalkan pesantren sekitar lima hari lalu karena sudah tidak sanggup bertahan dan sangat merindukan kedua orang tuanya di Lampung.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Pelaku Begal Payudara di Bone

Menurut pengakuannya, komunikasi dengan keluarga sangat terbatas. Ia hanya sesekali mendapat kabar dari sang kakak, termasuk informasi bahwa ibunya sedang sakit.

“Saya sudah pernah minta dipulangkan ke Lampung sama ustaz saya, tapi beliau bilang tidak punya ongkos. Jadi saya kabur sejak lima hari lalu,” kata MK.

Selama lima hari hidup di luar pesantren, MK mengaku tidur berpindah-pindah di pinggir jalan dan di sekitar masjid karena tidak memiliki sanak keluarga di Bone.

Dalam kondisi lapar dan kebingungan, ia mengaku terpaksa mengambil uang dari kotak amal untuk membeli makanan sambil berharap bisa mengumpulkan biaya pulang ke kampung halamannya.

MK juga mengungkapkan cara yang digunakannya saat mengambil uang dari dalam kotak amal. Ia mengaku tidak merusak kotak amal, melainkan menggunakan seutas kawat yang ditempeli double tape untuk menarik lembaran uang dari dalam celengan.

Baca Juga:  Pengunjung Panggung Kandidat Sebut Pasangan Rio-Amir Paling Siap Pimpin Bone

“Saya tidak rusak celengannya. Saya hanya pakai kawat yang ditempeli double tape lalu dimasukkan ke kotak amal supaya uangnya ikut keluar. Kalaupun saya dapat seratus ribu, saya kembalikan lima puluh ribu. Saya cuma ambil untuk beli makan,” ungkapnya.

Saat ini, MK untuk sementara diamankan sambil menunggu koordinasi antara pihak kepolisian dengan pengelola pondok pesantren yang membawanya ke Kabupaten Bone.

Pengurus Masjid Dahlan Wellang juga menyatakan tidak akan memperpanjang persoalan tersebut dan memilih mencari solusi terbaik mengingat pelaku masih di bawah umur.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik sebuah tindak pidana, terkadang terdapat persoalan sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan penyelesaian secara bijaksana, terutama ketika melibatkan seorang anak. (*)

Berita Terkait

Rumah Panggung di Jalan Serigala Bone Ludes Terbakar, Satu Rumah Tetangga Ikut Terdampak
Rumah Panggung di Desa Samaelo Bone Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta
Perangi Narkotika hingga Desa, Bupati Bone Resmikan Tim P4GN di 27 Kecamatan
Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Tagih Gaji, Upah Telat Lebih Tiga Pekan
Kasus Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone Masih Bergulir, Versi Korban dan Saksi Berbeda
Diduga Dipicu Persoalan Kue, Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi
Jalan Baru Lapeccang–Lonrong Diresmikan, Bupati Bone Janjikan Pembangunan Merata
KPPN Watampone Beri Penghargaan Satker Terbaik, Perkuat Sinergi Pengelolaan APBN

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:18 WITA

Di Balik Video Pencurian Kotak Amal Masjid di Bone, Tersimpan Kisah Pilu Seorang Santri yang Kelaparan dan Rindu Orang Tua

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:52 WITA

Rumah Panggung di Jalan Serigala Bone Ludes Terbakar, Satu Rumah Tetangga Ikut Terdampak

Senin, 27 Juli 2026 - 14:07 WITA

Rumah Panggung di Desa Samaelo Bone Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WITA

Perangi Narkotika hingga Desa, Bupati Bone Resmikan Tim P4GN di 27 Kecamatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:27 WITA

Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Tagih Gaji, Upah Telat Lebih Tiga Pekan

Berita Terbaru