WAJO.BONEKU.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang kini diterapkan adalah pemasangan biopori untuk mengolah sampah organik serta penyediaan tempat khusus penampungan botol plastik di lingkungan kantor.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Wajo untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, sekaligus membangun budaya memilah dan mengolah sampah di lingkungan perkantoran.
Melalui pemanfaatan biopori, sampah organik seperti sisa makanan dan limbah dapur dapat diolah menjadi kompos secara alami. Cara ini dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi penghijauan.
Di sisi lain, penyediaan tempat penampungan khusus botol plastik bertujuan mendorong kebiasaan memilah sampah sejak awal. Dengan pemilahan yang baik, sampah plastik memiliki peluang lebih besar untuk didaur ulang sehingga mengurangi pencemaran lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., mengatakan langkah yang diterapkan di kantor DLH diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Wajo.
“Setiap kantor diharapkan memiliki biopori untuk mengolah sampah makanan dan sampah dapur, serta menyediakan tempat khusus untuk botol plastik. Dengan demikian, pengelolaan sampah dimulai dari lingkungan kantor masing-masing, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan,” ujarnya.
Menurutnya, pengurangan sampah akan lebih efektif apabila dimulai dari sumbernya. Karena itu, setiap instansi pemerintah diharapkan berperan aktif menerapkan sistem pengelolaan sampah yang sederhana namun berdampak besar bagi kelestarian lingkungan.
DLH Kabupaten Wajo juga mengajak seluruh OPD untuk bersama-sama membangun budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah secara mandiri. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan kawasan perkantoran yang lebih bersih, hijau, dan sehat, sekaligus mendukung keberhasilan Gerakan PISOTA’ (Pilah Sampah, Olah Sampah, Tanami Pekarangan) sebagai salah satu program penguatan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Wajo.
Dengan langkah sederhana seperti memilah sampah, memanfaatkan biopori, dan mendaur ulang plastik, DLH Wajo optimistis pengurangan timbulan sampah dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. (*)
Penulis : Rangga
Editor : Admin Redaksi










