SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Informasi Pembangunan

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.BONEKU.COM, — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperkuat kolaborasi untuk melawan penyebaran hoaks, meningkatkan kompetensi wartawan, serta memperluas penyebaran informasi pembangunan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara SMSI dan RRI di Ruang Rapat Direktur Utama RRI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari gagasan bersama antara dirinya dan Direktur Utama RRI untuk menghadapi tantangan penyebaran hoaks yang semakin kompleks di ruang digital.

“Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Dirut RRI dan Ketum SMSI untuk melawan hoaks,” kata Firdaus.

Menurutnya, kolaborasi SMSI dan RRI akan diwujudkan melalui sejumlah program strategis, di antaranya Training of Trainers (ToT), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta penguatan penyebaran informasi pembangunan kepada masyarakat.

Firdaus menjelaskan, SMSI memiliki jaringan sebanyak 3.181 media siber anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut, termasuk media rintisan atau startup, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung penyebarluasan informasi yang berkualitas dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Media startup atau media rintisan yang tergabung dalam SMSI sebanyak 3.181 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung program penyebaran informasi pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pengintegrasian RRI dan TVRI sebagai platform media publik yang mampu memperluas jangkauan informasi, khususnya dalam menyampaikan program dan capaian pembangunan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kader Karang Taruna Bontocani Di Lantik...

“SMSI juga mendukung pengintegrasian RRI dan TVRI menjadi platform global sebagai kekuatan pemerintah,” kata Firdaus.

Firdaus menegaskan, penanganan hoaks tidak cukup dilakukan dengan membantah informasi palsu setelah telanjur beredar. Upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan ekosistem media yang profesional, peningkatan kompetensi wartawan, serta penerapan verifikasi informasi secara konsisten.

Karena itu, kerja sama SMSI-RRI diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pemberitaan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan media.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, mengatakan kolaborasi dengan SMSI merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadapi tantangan ekosistem informasi digital yang semakin dinamis.

“Hari ini kita kedatangan tokoh pers dan kita hadir dalam proyek yang lebih besar, yaitu bersama-sama menanggulangi hoaks,” kata Hendrasmo.

Menurut Hendrasmo, tantangan penyebaran informasi tidak hanya menjadi persoalan media besar. Media kecil dan media rintisan juga memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem informasi publik yang sehat.

Oleh karena itu, RRI dan SMSI akan mendorong peningkatan kompetensi serta memperkuat kolaborasi agar media mampu menghasilkan konten berkualitas, melakukan verifikasi informasi, dan membantu masyarakat memilah informasi di tengah derasnya arus digital.

Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyoroti perubahan besar dalam pola masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi seiring perkembangan teknologi digital.

Menurut Komaruddin, pada masa lalu produksi informasi melalui media massa melewati proses yang relatif panjang, termasuk tahapan seleksi dan verifikasi. Media juga memiliki identitas, alamat, serta pihak yang bertanggung jawab atas informasi yang diterbitkan.

Baca Juga:  SMSI Wajo Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Persatuan dan Kesejahteraan Rakyat

Namun, perkembangan teknologi telah mengubah situasi tersebut. Media sosial kini menjadi ruang publik yang memungkinkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan informasi dalam waktu singkat.

“Dulu informasi dikuasai oleh media massa, terakreditasi, terseleksi dan terverifikasi. Sekarang media sosial memenuhi ruang publik,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi tidak selalu sejalan dengan peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat. Informasi yang benar kini bercampur dengan informasi yang belum terverifikasi, konten sensasional, hingga penipuan.

Salah satu tantangan yang disorot Komaruddin adalah pengaruh algoritma platform digital dalam membentuk pola konsumsi informasi masyarakat. Konten yang sering dilihat, disukai, atau dicari pengguna dapat memengaruhi rekomendasi informasi yang diterima berikutnya.

“Algoritma itu sebelumnya menjajah tanpa paksaan, mengendalikan tanpa paksaan,” kata Komaruddin.

Ia menjelaskan, aktivitas masyarakat menggunakan telepon pintar meninggalkan jejak data yang dapat dimanfaatkan untuk membentuk profil pengguna dan menentukan rekomendasi konten.

Akibatnya, masyarakat berpotensi terus menerima informasi yang sesuai dengan minat dan kebiasaannya, sementara pandangan atau informasi berbeda semakin jarang muncul dalam ruang digital yang mereka konsumsi.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan bagi masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, media, dan pemerintah. Kemampuan memeriksa sumber, menguji kebenaran, serta mempertanyakan informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh konten yang memancing emosi.

“Yang serius sekali adalah kita tidak dilatih untuk mengecek informasi,” katanya.

Baca Juga:  50 Personil Satpol-PP Bone Lakukan Tes Urine, 1 Orang Fositif Langsung Dikeluarkan Dari Kesatuan

Komaruddin juga mengingatkan bahwa media sosial memiliki kemampuan besar dalam menggerakkan emosi publik dan membentuk opini dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan berpikir kritis dan kebiasaan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Dalam konteks tersebut, ia menilai kolaborasi antara lembaga penyiaran publik seperti RRI dan organisasi perusahaan media seperti SMSI penting untuk mendorong terciptanya ekosistem informasi yang lebih sehat.

Kerja sama SMSI dan RRI diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi berlanjut melalui program konkret yang berdampak bagi peningkatan kualitas pers dan literasi informasi masyarakat.

Penguatan kompetensi wartawan, penerapan verifikasi berita, serta penyebaran informasi pembangunan yang akurat menjadi bagian penting dari upaya menghadapi tantangan disinformasi di era digital.

Melalui kolaborasi tersebut, SMSI dan RRI diharapkan dapat memperkuat peran media sebagai penyedia informasi yang profesional, kredibel, dan bertanggung jawab, sekaligus membantu masyarakat lebih cermat menyikapi berbagai informasi yang beredar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar, Direktur PP LPP RRI Mistam, Dewan Penasihat SMSI Pusat Prof. Dr. Taufiqurochman, Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Theodorus Dar Edi Yoga, serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Pengembangan Teknologi Digital Ilona Juwita.

Hadir pula Kepala Stasiun RRI Jakarta Ir. M. Bugi Hidayat, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi RRI Ade Irosadi, serta Kepala Pusat Pemberitaan RRI Yuliana Marta Doky. (*)

Penulis : Rangga

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Jelang Bhayangkara Cup III 2026, Tim Pangeran05 McJoe Resmi Tiba di Soppeng
Balapan Seru, Hadiah Umrah! Bhayangkara Cup III Digelar 31 Oktober–1 November 2026
Di Bawah Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman, Inovasi Apartemen Ikan Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026
Gerak Cepat Resmob Polres Soppeng, Terduga Pelaku Pembakaran Pasar Batu-Batu Diamankan
Bocah 14 Tahun Sopiri Mobil-Tabrak Pemotor hingga Tewas, Kasat Lantas Polres Bone Minta Orang Tua Bijak
Perkuat Sinergi Kelembagaan, Sulsel Ikuti Rapat Tata Kelola Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Cekcok Saat Live TikTok Berujung Duel Tombak dan Parang di Lonrae, Dua Orang Dilarikan ke RS
Pendaftaran Bhayangkara CUP III Grasstrack dan Motocross Dibuka

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:42 WITA

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Informasi Pembangunan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WITA

Jelang Bhayangkara Cup III 2026, Tim Pangeran05 McJoe Resmi Tiba di Soppeng

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:39 WITA

Balapan Seru, Hadiah Umrah! Bhayangkara Cup III Digelar 31 Oktober–1 November 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:38 WITA

Di Bawah Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman, Inovasi Apartemen Ikan Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Gerak Cepat Resmob Polres Soppeng, Terduga Pelaku Pembakaran Pasar Batu-Batu Diamankan

Berita Terbaru