PTPN Dapat Teguran Dari Kang Dedi, Dinilai Lebih Sering Sewa Lahan Dibanding Ngurus Kebun

- Jurnalis

Selasa, 1 April 2025 - 09:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONEKU.COM,– PT Perkebunan Nusantara (PTPN)  mendapat teguran dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi,  dia menilai PTPN ini beroperasi diluar tugas pokok dan fungsinya sebagai pengelola perkebunan.

Dedi Mulyadi menyoroti praktik  perusahaan yang lebih banyak menyewakan lahan dibandingkan mengoptimalkan fungsi perkebunannya.

“Ya karena menurut saya abai terhadap tugas dan fungsinya. Kan dia ditugaskan oleh negara untuk mengelola perkebunan. Pertanyaannya adalah kenapa tidak dioptimalkan perkebunannya? Kenapa disewakan tanahnya?” kata Dedi di Bandung, dilansir dari Antara, Senin, 31 Maret 2025.

Baca Juga:  Permudah KUR,  PT KUR Dorong Petani Sawit  Gabung Koperasi

Salah satu contoh misalnya,  kasus di kawasan Puncak serta proyek Eiger Camp yang berlokasi di kaki Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, proyek-proyek semacam ini harus menjadi catatan khusus bagi PTPN karena dinilai menyimpang dari fungsinya.

“Abai, berulang-ulang, (ini harusnya) PT Perkebunan Nusantara kan, bukan PT Kontraktor Tanah Nusantara, kan harusnya kembali pada aspek dasarnya,” ujarnya.

Baca Juga:  KPU DKI Jakarta Tetapkan Pramono Anung-Rano Karno Gubernur Terpilih 2024

Terkait proyek Eiger Camp, Dedi menilai bahwa perusahaan penyedia alat petualangan asal Bandung itu sebenarnya mampu mengembangkan teh berkualitas baik. Oleh karena itu, ia mempertanyakan keputusan membangun fasilitas berbasis beton di atas lahan PTPN.

“Saya kritik kalau bisa mengembangkan teh dan baik, kenapa harus ditambah bangunan beton, maksud saya kan gitu loh,” ujarnya.

Baca Juga:  Sebut Ada Beberapa Kabupaten Di Papua Tak Diplenokan, PPP Bakal Ajukan Gugatan ke MK

Lebih lanjut, Dedi juga mempertanyakan kapasitas PTPN dalam mengelola perkebunan teh, mengingat pihak lain justru mampu melakukannya dengan hasil yang baik. (*)

Berita Terkait

Usai Hadiri WEF Davos 2026, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Senyap Tapi Menyala : Langkah Strategis RMS Tinggalkan Nasdem dan DPR-RI
Jelang Pilkada 2026, SMSI Bahas Wacana Pilkada Lewat DPRD
Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Andi Amran Sulaiman
Kemenkeu Tak Beri Kepastian, Apdesi Bone Minta Komisi XI Bertindak Tegas
APDESI Bone Datangi Kemenkeu, Desak Pencairan Dana Desa Tahap II Dipercepat
Bone Masuk 5 Besar Nasional Produksi Beras Tertinggi

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:09 WITA

Senyap Tapi Menyala : Langkah Strategis RMS Tinggalkan Nasdem dan DPR-RI

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:25 WITA

Jelang Pilkada 2026, SMSI Bahas Wacana Pilkada Lewat DPRD

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:59 WITA

Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:44 WITA

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Andi Amran Sulaiman

Senin, 24 November 2025 - 19:58 WITA

Kemenkeu Tak Beri Kepastian, Apdesi Bone Minta Komisi XI Bertindak Tegas

Berita Terbaru