Pungutan Ekspor Naik, Harga Sawit Bakal Tertekan

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.BONEKU.COM,– Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengkhawatirkan tarif baru pungutan ekspor sawit akan berdampak kepada harga TBS petani. Pasalnya, selama empat bulan terakhir harga CPO di dalam negeri menunjukkan tren penurunan meskipun tercatat produksi CPO Nasional stagnan dan situasi ini terkoneksi langsung dengan merosotnya harga TBS kami petani.

“Kami petani sawit sangat terkejut dengan aturan baru yang mengerek tarif pungutan ekspor minyak sawit (CPO) dan produk hilir, kebijakan ini tidak lazim disaat harga CPO turun. Kenaikan ini jelas akan membebani petani,” urai Ketua Umum APKASINDO Dr. Gulat Manurung melalui sambungan telepon, Rabu (14 Mei 2025).

Baca Juga:  Respon Cepat Batalyon C Pelopor Bantu Korban Kebakaran di Jalan Sukawati Bersihkan Sisa Puing-puing Rumah

Gulat Manurung menjelaskan bahwa sebelum tarif pungutan ekspor sawit dinaikkan harga CPO telah mengalami penurunan sebesar Rp1.500-2.000/kg sepanjang empat bulan terakhir. Penurunan harga CPO ini mengakibatkan terpangkasnya harga TBS rerata Rp500 – Rp 850/kg.

“Penurunan harga ini selalu dipantau dan catat setiap hari. Kami cek harga CPO di bursa/tender cpo serta harga TBS di 25 provinsi sentra sawit APKASINDO. Jadi data kami ini eksisting, bukan animasi,” tambah ayah dua anak ini.

Dari analisa Doktor Universitas Riau ini, kenaikan pungutan ekspor CPO menjadi 10% dapat dipastikan akan menekan harga TBS sebesar Rp300 – Rp325/Kg. Saat pungutan ekspor sebesar 7,5% saja harga TBS tertekan Rp225 – Rp245/kg. Artinya setelah terjadi kenaikan pungutan ekspor membuat beban baru kepada petani sebesar Rp75 – Rp100/kg.

Baca Juga:  Dinas Kebudayaan Gelar Dialog Di Zon Cafe...

“Sesungguhnya beban pungutan ekspor merupakan beban petani sawit. Sebab apapun beban di sektor hilir, akan ditanggung oleh sektor hulu (perkebunan) dan kami petani sawit yang mencapai 42% ada disana,” jelasnya.

Gulat mengatakan semakin berat beban kami petani sawit, belum lagi dana hasil PE Sawit ini harus dibagi ke Kakao dan Kelapa sejak berubahnya BPDP-KS menjadi BPDP. Padahal, dana pungutan ekspor yang dikelola oleh BPDP juga bersumber dari petani sawit.

Baca Juga:  Dekopin Gelar Rapimnas Seluruh Wilayah di Indonesia

“Karena itu ketika harga TBS tertekan, artinya kami petani yang menanggung,” tambah Gulat.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah menerbitkan PMK 30 Tahun 2025 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan. Aturan baru ini menetapkan kenaikan terbaru pungutan ekspor CPO sebesar 10%. Begitupula dengan produk hilir sawit juga dinaikkan menjadi 7,5% seperti RBD Palm Oil, RBD Palm Olein, RBD Palm Stearin.

“Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal diundangkan,” dikutip dari aturan. Beleid ini diundangkan pada 14 Mei 2025. (*)

Berita Terkait

Gubernur Sulsel Tinjau Aliran Primer Sungai Saddang Pinrang-Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela
Bukan Sekadar Jalan Pagi, Bupati Bone Temui Wali Kota Parepare dan Suntik Semangat Tim Bone Beramal FC
Di Tengah Keluhan Nelayan, Solar Subsidi Bone Diduga Mengalir ke Morowali, Siapa di Baliknya?
Insiden Berdarah di Cina, Mertua dan Menantu Terlibat Duel hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Menteri Ara Beri Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Apresiasi Komunikasi Gubernur Andi Sudirman
Membanggakan! Dandim Bone Terima Piagam Kasad, Jurnalis TV One Juara Satu Media Elektronik
Cekcok Berujung Mengerikan, Istri di Bone Diduga Disiram Bensin Lalu Dibakar Suami
Polwan Satlantas Polres Bone Bagikan Air Mineral kepada Warga yang Antre BBM di SPBU

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:15 WITA

Gubernur Sulsel Tinjau Aliran Primer Sungai Saddang Pinrang-Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela

Minggu, 20 September 2026 - 14:11 WITA

Bukan Sekadar Jalan Pagi, Bupati Bone Temui Wali Kota Parepare dan Suntik Semangat Tim Bone Beramal FC

Minggu, 20 September 2026 - 02:06 WITA

Insiden Berdarah di Cina, Mertua dan Menantu Terlibat Duel hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Jumat, 18 September 2026 - 19:44 WITA

Menteri Ara Beri Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Apresiasi Komunikasi Gubernur Andi Sudirman

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WITA

Membanggakan! Dandim Bone Terima Piagam Kasad, Jurnalis TV One Juara Satu Media Elektronik

Berita Terbaru