OPINI Andi Ilo Paulangi,(Direktur Institut Literasi Pedesaan) Alumni Fakultas Sastra Unhas…

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2018 - 11:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BONEKU.COM-MODAL SOSIAL DAN PILKADA

Semua sudah tahu, modal uang tidak lain adalah rupiah, dollar, dll. Sementara modal sosial (social capital) mengacu pada kepercayaan (trust), nilai-nilai, jaringan, dll. Modal sosial dapat dilihat pada kebiasaan hidup bergotong royong, bertukar kebaikan, bersilaturrahmi, organisasi sukarela, arisan, majelis taklim, paguyuban, dsb.  Modal sosial ini harus kita rawat bersama, karena secara politik, kekuatan modal sosial adalah syarat mutlak untuk lahirnya sebuah masyarakat demokratis. Dan secara ekonomi, kekuatan modal sosial  yang hidup di masyarakat  juga dapat mengurangi pengeluaran biaya (low  cost economy),   atau sebaliknya kelemahan modal sosial membutuhkan pengeluaran biaya yang tak sedikit (high cost economy). 

Asumsi tentang fungsi-fungsi modal sosial ini, diakui atau tidak,  juga hadir dalam pertimbangan-pertimbangan  Pilkada. Penentuan calon kepala daerah pun sudah mempertimbangkan hal  ini, ada yang dicalonkan karena memiliki modal sosial yang kuat, ada yang dicalonkan karena punya uang, atau karena memiliki keduanya. Logis saja tentunya, di  negara demokrasi yang sudah stabil pun masih membutuhkan kekuatan modal sosial  dan finansial. 
Hanya memang, jangan sampai kekayaan modal sosial masyarakat Indonesia yang telah dibangun para leluhur,  seperti kekegotongroyongan, nilai kebersamaan, kebiasaan bermusyarawah, sopan santun, dsb, menjadi kian pudar,  hanya karena kekuatan uang. Jangan sampai kekuatan uang melabrak nilai-nilai dan norma-norma  budaya bangsa kita, menghancurkan modal sosial yang telah diwariskan leluhur kita, hanya karena ambisi-ambisi kita. Pilkada dapat dianggap sukses  apabila yang terpilih adalah mereka yang punya komitmen untuk merawat warisan modal  sosial bangsa. (By: Ilham Paulangi, 12/01/2018).
Baca Juga:  Panwaslu Sibulue Lakukan Pembekalan Kepada PTPS

Berita Terkait

Dukung Aktivitas Warga, Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan Hasil Karya Batalyon C Pelopor
Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone
Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar
Si Jago Merah ‘Mengamuk’ di Panyula, 2 rumah, Motor Hingga Mesin Perahu Hangus
Ratusan Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Ricuh, Upah 3 Minggu Tak Kunjung Dibayar Oleh Mandor
Tak Kenal Waktu dan Jarak, Tim Reaksi Cepat Dinsos Bone Datangi Bayi yang Ditemukan di Rumah Kosong
Peringatan HKAN 2026 di Lejja Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Lestarikan Alam
Dugaan Jaringan Lintas Provinsi: Pasokan dari Bone–Wajo, Aparat Diminta Telusuri Seluruh Rantai Distribusi

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:22 WITA

Dukung Aktivitas Warga, Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan Hasil Karya Batalyon C Pelopor

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:31 WITA

Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:56 WITA

Si Jago Merah ‘Mengamuk’ di Panyula, 2 rumah, Motor Hingga Mesin Perahu Hangus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:49 WITA

Ratusan Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Ricuh, Upah 3 Minggu Tak Kunjung Dibayar Oleh Mandor

Berita Terbaru